Seorang sumber mengungkap seperti apa sikap Presiden Turki Erdogan saat mengabarkan kematian Dubes Rusia.
- Tim WowKeren
- Rabu, 21 Desember 2016 - 10:36 WIB
WowKeren - Kematian Andrey Karlov menjadi peristiwa menggemparkan di penghujung tahun 2016 ini. Dubes Rusia untuk Turki itu tewas ditembak oleh Mevlut Mert Altintas saat tengah berpidato dalam suatu acara di Distrik Cankaya, Ankara.
Tewasnya Karlov tersebut sontak membuat kepanikan di kalangan pejabat pemerintah Turki. Bahkan, seorang sumber di kantor kepresidenan menyebutkan jika Presiden Recep Tayyip Erdogan sempat kebingungan saat harus mengabarkan berita duka ini pada Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Menurut sumber tersebut, Erdogan sempat gemetar saat menelepon Vladimir Putin. Bagaimanapun juga kasus ini bisa berpotensi membuat hubungan kedua negara memburuk jika tidak ditangani dengan baik.
Usai mendapat kabar tersebut, pihak Rusia segera membuat pernyataan jika kasus penembakan ini adalah serangan teroris. Mereka sengaja melakukan aksi ini sebagai bentuk provokasi untuk membuat hubungan Rusia dan Turki memburuk. Hal senada juga diungkap oleh Presiden Erdogan.
Sementara itu, aksi ini diduga terkait hubungan Rusia dan Turki pada konflik yang terjadi di Suriah. Pasalnya usai menembak, pelaku sempat meneriakkan kalimat dalam bahasa Arab yang berarti, "Jangan lupakan Aleppo! Jangan lupakan Suriah!"
(wk/)