Berikut sindiran-sindiran lucu Jimmy Fallon mengenai Donald Trump dalam ajang Golden Globes 2017.
- Tim WowKeren
- Senin, 09 Januari 2017 - 11:37 WIB
WowKeren - Tak lengkap rasanya, apabila sebuah ajang penghargaan tidak diisi dengan candaan dari sang pembawa acara. Seakan tidak mau mau ketinggalan tradisi tersebut, Jimmy Fallon yang ditunjuk sebagai pemandu acara Golden Globes ke-74 pun melontarkan lelucon soal Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump.
Awalnya, Fallon mengalami gangguan teknis di bagian teleprompter, sehingga memaksanya untuk berimprovisasi. Tak kehilangan akal, pemandu acara "Tonight Show" ini pun melancarkan guyonan mengenai Trump sambil menyapa para bintang dan pemirsanya.
Mengutip Mirror UK, Fallon mengingatkan kembali warga Amerika akan kemenangan Donald Trump. Meski ia memenangkan lembaga konstitusional yang memilih presiden dan wakilnya (electoral college), namun pada kenyataannya sang presiden terpilih itu kalah dalam kartu suara (popular vote) dengan angka hampir 3 juta pemilih.
"Ini adalah Golden Globes, salah satu dari sedikit tempat yang tersisa di mana warga Amerika masih menghormati kartu suara," ujar Fallon, Minggu (8/1) malam waktu setempat. Ia lanjut mengaitkan lelucon Trump itu dengan serial televisi populer "Game of Thrones" yang mendapatkan nominasi Golden Globes tahun ini. "Banyak yang penasaran apa yang terjadi jika King Joffrey hidup. Ya, dalam 12 hari ke depan kita semua akan mendapatkan jawabannya," ujar Fallon yang seakan-akan ingin menyamakan Trump dengan karakter Raja Joffrey yang terkenal sebagai karakter yang kejam, penakut, dan manja.
Tidak cukup dengan itu, Fallon kembali menyindir soal kesulitan Trump mengundang musisi-musisi papan atas untuk tampil dalam acara inagurasinya. Ia menyebut Meryl Streep, aktris berperan sebagai penyanyi opera terburuk di dunia dalam film "Florence Foster Jenkins, menolak untuk hadir dalam pelantikan Trump. "Ia dikenal sebagai penyanyi opera terburuk di dunia, dan bahkan dia menolak untuk tampil dalam inagurasi Donald Trump," katanya.
Fallon kemudian menutup monolognya dengan mengingatkan pemirsa bahwa suara pemilihan pemenang Golden Globes akan dihitung oleh perusahaan akuntan Ernst & Young, "dan Putin," untuk mengaitkan isu yang kini sedang panas soal dugaan peretasan data pemilihan presiden AS oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin. Ia pun mengatakan bahwa orang Rusia juga bisa meretas data suara Golden Globe jika mereka mau.
Sebenarnya, sebelum Fallon terpilih sebagai pemandu acara Golden Globe Awards 2017, ia sudah melancarkan sindirannya pada Trump lewat akun Twitternya. "Aku sangat menanti untuk bisa menghabiskan waktu dengan Hollywood Foreign Press sebelum Donald Trump mendeportasi mereka semua," ujar Jimmy Fallon.
(wk/)