Pihak BNN mengungkap hasil pemeriksaan pilot Citilink yang sempat diduga mabuk dan sempoyongan.
- Tim WowKeren
- Rabu, 11 Januari 2017 - 14:46 WIB
WowKeren - Insiden pilot yang diduga mabuk dan melantur sempat menimpa maskapai Citilink. Kejadian ini kabarnya sempat membuat penerbangan terlambat hingga satu jam.
Tak hanya itu, beberapa waktu lalu sempat beredar video pilot pesawat tersebut yang diketahui bernama Tekad Purna berjalan dengan sempoyongan. Kejadian ini bahkan memaksa CEO Citilink mengundurkan diri dan membuat lisensi pilot itu dicabut.
Meski begitu, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) pilot tersebut diketahui negatif narkoba. Hal tersebut diungkap oleh Kepala Bagian Humas BNN, Slamet Pribadi.
Lebih lanjut, Slamet menjelaskan jika pilot tersebut mengalami gangguan penyesuaian. Yaitu penurunan emosi atau masalah yang sudah ada dan berkembang menjadi depresif.
"Hasil pertama dari pemeriksaan fisik, tidak ditemukan kelainan yang bermakna, kedua dari hasil pemeriksaan psikiatris yang bersangkutan mengalami gangguan penyesuaian, dan yang ketiga dari hasil pemeriksaan penunjang, yaitu urin, darah dan rambut yang bersangkutan tidak terdeteksi kandungan narkotik," terang Slamet.
Sementara itu, meski dinyatakan negatif narkoba Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub, Muzaffar Ismail mengatakan jika pihaknya akan tetap mencabut lisensi Tekad Purna. "Dan hasil investigasi oleh Ditjen Perhubungan Udara terkait dengan kejadian QG 800, diketahui bahwa Kapten Tekad Purna Agniamartanto melakukan pelanggaran terhadap peraturan keselamatan penerbangan sipil dan SOP perusahaan yang telah disetujui oleh Ditjen Perhubungan Udara, sangat membahayakan keselamatan penerbangan," ujar Muzaffar.
(wk/)