Apa yang membuat Lurah Gelora pada akhirnya harus memberhentikan Nenek Tinah dari pekerjaannya sebagai anggota Pasukan Orange?
- Tim WowKeren
- Senin, 16 Januari 2017 - 10:13 WIB
WowKeren - Pemecatan Nenek Tinah dari anggota Pasukan Orange sempat membuat banyak orang bersimpati padanya. Cerita tentang Nenek Tinah ini pun langsung menjadi viral dan akhirnya sampai ke telinga Lurah Gelora yang menghentikan Tinah dari pekerjaannya sebagai Pasukan Orange.
Lurah Gelora yang bernama Mediawati itu membenarkan informasi tentang pemberhentian Tinah. Mediawati menjelaskan, Tinah diberhentikan karena masalah ketidakdisiplinan. Dalam waktu tujuh jam kerja, Tinah bekerja sekitar dua jam saja. Selain itu, Tinah juga tampak lebih sering duduk daripada bekerja. Menurut Mediawati, hal itu membuat Tinah dinilai kurang produktif.
Mediawati menegaskan, meski hanya bertugas sebagai penyapu jalan, pasukan oranye tetap memiliki tanggung jawab dan target kerja. Beberapa PPSU lain juga diberhentikan karena masalah ketidakdisiplinan.
"Kalau Ibu Tinah ini ketidakdisiplinannya sering tidak ada di tempat (bekerja), itu satu. Lalu, kami kan ada target kerja, ternyata tidak sesuai target kerja," kata Mediawati dilansir Kompas, Minggu, 15 Januari. "Ada yang satu bulan tidak masuk sampai enam hari. Kayak begitu kan enggak bisa kami pakai. Ada juga yang double job, habis nyapu pukul 07.00 sudah nggak ada di tempat, tahu-tahu ngojek."
Alhasil, pemberhentian Tinah dari pekerjaan ini merupakan jalan terakhir yang dia pilih. Sebelumnya, dia sudah memanggil beberapa orang yang berpotensi diberhentikan, termasuk Tinah. Setelah diberi pengarahan, mereka harus menunjukkan perbaikan kinerja. "Ada juga yang tidak bisa berubah kan mau enggak mau harus berhenti. Jadi, bukannya mau menzalimi," ujar Mediawati.
Proses rekrutmen pasukan oranye Dinas lingkungan hidup dan Kebersihan tahun ini memang berbeda. Pihak yang bertanggung jawab atas seleksi ini adalah kelurahan. Pada tahun sebelumnya, kelurahan hanya bertindak sebagai pengawas.
(wk/)