Akui Tak Masalah Dicopot, Irjen Anton 'Tantang' Habib Rizieq Jadi Kapolda Jabar
Nasional

Tak masalah seandainya dicopot dari jabatannya, Irjen Anton Charliyan mengungkap alasannya menjadi Kapolda Jabar.

WowKeren - Insiden kekerasan yang terjadi antara FPI dan GMBI di Jawa Barat (Jabar) beberapa waktu lalu membawa polemik bagi Irjen (Pol) Anton Charliyan. Senin (16/1), massa dari FPI dan Habib Rizieq mendatangi Mabes Polri untuk membuat laporan dan menuntut agara Kapolda Jabar itu dievaluasi atau dicopot dari jabatannya.

Irjen Anton Charliyan sendiri menanggapi dengan santai pelaporan itu dan mengaku tidak mempermasalahkan jika nantinya dicopot. "Kalau saya dicopot, silakan saja. Saya datang ke sini (Jabar) bukan cari jabatan, tapi ingin Jabar aman," ujarnya.

Dalam pernyataannya baru-baru ini, Mantan Kadiv Humas Mabes Polri bahkan sempat menantang Habib Rizieq untuk menjabat sebagai Kapolda Jabar. "Kalau Habib Rizieq mau jadi Kapolda, saya berikan, tapi Lemhanas dulu. Sekolah dulu, saya berikan sekarang juga," imbuhnya.


Lebih lanjut, Irjen Anto mengatakan jika dirinya akan menghormati apapun keputusan dari atasan Jika dirinya memang terbukti melakukan kesalahan maka ia bersedia mengundurkan diri.

"Tapi yang berikan (keputusan) itu adalah pimpinan. Bukan pengadilan massa. Bukan intimidasi. Datang beribu orang. Nggak izin. Apakah itu etika? Kalau benar, kenapa mesti takut, harusnya dihadapi saja," terang Anton. "Kalau memang saya terbukti bersalah, saya siap mengundurkan diri dari jabatan saya."

Sementara itu, sebagai lanjutan laporannya ke Mabes Polri, Habib Rizieq dan FPI juga mengunjungi Komisis III DPR, Selasa (17/1). Mereka membahas insiden kekerasan FPI dan GMBI serta tuntutan agar Irjen Anton Charliyan dicopot dari jabatannya.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!