Sylviana Murni mengungkap adanya kesalahan dalam pengusutan kasus ini, apa?
- Tim WowKeren
- Jumat, 20 Januari 2017 - 19:56 WIB
WowKeren - Nama Sylviana Murni tengah dikait-kaitkan dengan dugaan korupsi dana bansos Pemprov DKI Jakarta di Kwarda gerakan pramuka DKI tahun anggaran 2014-2015. Jumat (20/12), cawagub pasangan Agus Yudhoyono ini memenuhi panggilan untuk dimintai keterangan sehubungan dengan kasus ini.
Sylviana Murni baru keluar setelah menjalani pemeriksaan selama tujuh jam. Dalam pernyataannya saat itu ia mengungkap jika ada kesalahan fatal yang dilakukan menyangkut kasus ini.
"Benar, kalau dalam surat yang dipanggil itu nama saya, tetapi ada kekeliruan di sana. Surat panggilan saya kan harus menjelaskan pengelolaan dana bansos Pemprov DKI Jakarta. Padahal ini bukan dana bansos, tetapi hibah," ujar Sylvi.
Sylvi menjelaskan jika pengurus Kwarda gerakan pramuka DKI Jakarta itu dibebankan kepada APBD melalui belanja hibah. Hal itu diatur melalui SK Gubernur Nomor 235 Tahun 2014 yang saat itu masih dijabat oleh Presiden Joko Widodo.
Lebih lanjut, ia menegaskan jika dana yang diberikan senilai Rp6,8 miliar dan telah dikelola sesuai penggunaannya dan tidak ada masalah. "Dan hasil laporan audit atas lapiran keuangan gerakan kwarda pramuka 2014 telah kami audit pada 22 Juni 2015 dengan pendapat wajar," imbuhnya.
Sementara itu, Agus Yudhoyono sebelumnya juga sempat buka suara menanggapi nama Sylviana Murni yang dikaitkan dengan kasus ini. Menurutnya hal tersebut penuh aroma politik dan tampak seperti upaya untuk mendiskreditkan pasangan cagub-cawagub nomor urut 1 ini
(wk/)