Apakah 36 KTP elektronik dari luar negeri ini berkaitan dengan Pilkada 2017?
- Tim WowKeren
- Senin, 13 Februari 2017 - 13:36 WIB
WowKeren - Baru-baru ini publik sempat dihebohkan dengan paket berisi 36 KTP palsu dan sejumlah dokumen berharga lainnya dari Kamboja. Pihak kepolisian pun sempat mencurigai jika paket yang dikirimkan lewat Fedex itu berkaitan dengan kasus kejahatan terkait Pilkada.
Senin (13/2), Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mengatakan bahwa KTP itu tak berkaitan dengan Pilkada. "Kita sedang lakukan pendalaman. Kalau buat Pilkada bukan 36, mungkin ribuan. Mohon sabar, nanti akan dijelaskan, kepastian digunakan untuk apa. Indikasi sementara kejahatan ekonomi," jelas Iriawan.
Ditjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrullah sendiri menyatakan bahwa 36 KTP elektronik itu menggunakan e-KTP bekas. Kemungkinan besar, blangko e-KTP itu diambil dari tempat sampah di kantor-kantor kelurahan dan dipalsukan dengan menempelkan data orang lain.
"Jadi, ini bagian depan datanya saja yang dipalsukan. Beserta dengan fotonya yang seluruhnya dibedakan," kata Arif di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (13/2). Hal itu terbukti dari 36 KTP elektronik yang dipalsukan, 20 diantaranya masih dapat terbaca.
Pemilik KTP yang asli pun tak akan menyadari datanya telah dipergunakan. Pasalnya, mereka telah menggunakan KTP yang baru setelah KTP sebelumnya mengalami kecacatan seperti rusak, bengkok atau chip yang ada di bagian belakang tidak lagi dapat terbaca.
(wk/)