Majalah Playboy Bakal Kembali Pasang Gambar Telanjang, Kenapa?
SerbaSerbi

Karena alasan internet, Majalah Playboy hentikan pasang gambar telanjang tahun lalu. Rencananya hal itu akan dibatalkan mulai edisi Maret/April.

WowKeren - Majalah Playboy mengumumkan rencananya untuk kembali menampilkan foto-foto perempuan bugil dalam edisi terbaru. Dilansir dari Entertainment Weekly, rencana itu sekaligus membatalkan keputusan tahun lalu.

Ketika itu, majalah tersebut mengaku akan berhenti memuat foto wanita telanjang dengan alasan internet telah membuat ketelanjangan menjadi hal biasa. Menurut pemimpin majalah itu, Cooper Hefner, keputusan tahun lalu sepenuhnya "merupakan kesalahan".

"Hari ini kami mengambil identitas kami kembali dan mengklaim ulang jati diri kami," tulis putra pendiri Playboy, Hugh Hefner, itu di akun Twitternya.

Dia juga mengunggah cover majalah yang akan muncul dalam edisi Maret-April dengan tagar #NakedIsNormal. Dengan model Elizabeth Elam, majalah yang telah berusia 63 tahun itu akan berisi foto-foto telanjang.

Sejumlah pengguna media sosial menyambut baik langkah majalah Playboy dengan menyebutnya "keputusan baik". Namun, ada pula yang menuding keputusan itu diambil "karena penjualan majalah tidak terlalu bagus. Sayangnya porno gratisan masih mudah diakses."


Hefner mengakui bahwa majalah yang menampilkan ketelanjangan sudah usang. "Ketelanjangan tidak pernah menjadi masalah karena ketelanjangan bukanlah masalah." Akan tetapi, dalam edisi terbaru, majalah itu akan mencabut slogan "Hiburan bagi Pria" yang selalu tercantum dalam edisi cetak.

"Playboy akan selalu menjadi merek gaya hidup yang berfokus pada minat pria, namun selagu peran gender berkembang di masyarakat, kami juga mesti begitu," kata Cooper Hefner.

Playboy, yang mulai terbit pada 1953 lampau, berhenti menampilkan foto-foto bugil pada edisi Maret 2016. Pemiliknya saat itu mengatakan internet telah membuat ketelanjangan menjadi usang dan majalah porno nggak lagi menguntungkan seperti jaman dulu. Oplah Playboy telah menukik dari 5,6 juta eksemplar pada 1970 menjadi 700 ribu eksemplar pada 2016.

Jika edisi Maret/ April mendatang Playboy kembali pada ketelanjangan maka itu tepat setahun setelah majalah itu mengakhirinya Maret 2016 lalu. Saat itu, alasan mereka menyudahi ketelanjangan adalah demi menjangkau lebih banyak pembaca, online maupun cetak.

Tapi ternyata setelah itu sirkulasi majalahnya pun nggak membaik. Maka kini ia kembali. Dalam edisi terbaru, majalah itu tetap menampilkan logo kepala kelinci memakai dasi kupu-kupu.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!