Bosan dengan menu yang begitu saja di hari kasih sayang. Coba saja segala menu penutup dengan bahan serangga ini.
- Tim WowKeren
- Selasa, 14 Februari 2017 - 10:07 WIB
WowKeren - Apa yang akan kamu lakukan bersama kekasih di hari kasih sayang? Makan, nonton dan tukar kado adalah kebiasaan yang kerap dijalani dan dilewati. Terasa nggak unik dan nggak spesial, kebiasaan itu tentu saja akan mudah dilupakan. Jika kamu dan dia perlu mencoba hal baru.
Sebuah resto di Tokyo Jepang menyediakan menu unik berbahan dari serangga. Menu penutup ini tentu saja hanya disediakan untuk pasangan yang berani. Menu ini menyediakan makanan dan minuman berbaan serangga seperti cacing dan teman-temannya.
"Makanan itu renyah seperti kulit kenari dan terasa enak dengan campuran cokelat," ujar salah satu pengunjung, Sayumi Makino.
Menu berkisar dari koktail cranberry dan serangga hingga karamel cacing dengan almond dan kacang mete. Krim kocok pun disematkan pada beberapa makanan penutup termasuk cairan dari dalam serangga raksasa Thailand.
Adanya serangga yang satu ini cukup menjadi primadona karena memiliki cairan yang mengandung rasa manis. Meski serangga dapat ditemukan di beberapa masakan daerah, menu ini nggak menjadi hal yang umum. Itulah mengapa resto ini diramai dikunjungi pengunjung yang penasaran.
Yuta Shinohara, seorang mahasiswa yang memesan koktail serangga malam mengatakan ingin mempromosikan budaya makanan alternatif. "Saya suka serangga dan saya pikir itu benar-benar menyenangkan untuk makan mereka," katanya. Dia pun menambahkan serangga adalah sumber makanan pelengkap yang perlu dikonsumsi meski hanya sekali.
Serangga bisa menjadi sumber yang kaya lemak, protein, vitamin, serat dan mineral, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian atau FAO. Komposisi tak jenuh omega 3 dan enam asam lemak dalam cacing jenis mealworm sebanding dengan nutrisi di ikan. Bahkan kandungan ini lebih tinggi dari daging sapi dan babi.
Secara global, minimal 2 miliar orang memakan serangga dan lebih dari 1,9 ribu spesies telah digunakan untuk makanan. Menurut FAO, entomofagi atau perilaku mengonsumsi serangga bisa memainkan peran kunci dalam keamanan pangan dan perlindungan lingkungan.
(wk/)