Sudah 24 Jam, Agustinus Woro Masih Bertahan di Atas Baliho Setinggi 25 Meter
SerbaSerbi

Pria ini masih keukuh dan kuat berdiri seharian di papan reklame sejak kemarin.

WowKeren - Sudah satu hari berjalan dan Agustinus Woro masih belum menunjukkan rasa lelah. Pria itu masih berada di atas baliho, sekitar Jalan Palmerah Utara atau tepatnya di depan Halte Bus Transportasi Jakarta Slipi Petamburan.

Agustinus Woro atau akrab yang disapa Martinus masih bersikeras nggak mau turun dari baliho. Dia telah berada di ketinggian 25 meter sejak pukul 12.00 dari kemarin (28/2). Ketika didatangi ppihak berwajib pada pukul 20.05 WIB, Martinus masih nggak mau turun. Martinus menolak untuk turun sebelum anggota Lembaga Bantuan Hukum datang menemuinya.

Dilihat dari gambar yang diambil melalui drone, Agustinus tengah tidur dengan gaya santai di atas baliho. Martinus nggak mengenakan kaos dan hanya mengenakan celana pendek. Martinus masih menggenggam bambu yang dipasangi bendera merah putih.

Martinus sempat dibujuk untuk minum, makan dan turun tapi ditolak. Dia meminta ada perwakilan dari Lembaga Bantuan Hukum Trisakti untuk menemuinya. "Saya coba hubungi LBH (Lembaga Bantuan Hukum) dulu, dibujuk supaya turun," ujar Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Asep Guntur Rahayu.


Agustinus naik tiang abu-abu seraya membawa enam spanduk persegi berukuran cukup besar dengan bermacam tulisan. Empat spanduk putih dibentangkan menghadap utara bertuliskan, "Anak yatim piatu korban gila judi TNI AD", "Pemuda adonara ditembak mati", "Oknum, Densus 88, Teroris" dan "Bubarkan, tutup penjara".

Sementara dua spanduk hitam ke arah selatan, Jalan Gatot Subroto, bertuliskan, "Jual organ tubuh, selamat hari HAM", "Dekaplah daku, akan aku berikan kepada pembunuh yatim piatu padamu". Aksinya memanjat tiang iklan menjadi sorotan puluhan warga dan pengendara di sekitar Jalan Palmerah Utara depan Halte Bus Transportasi Jakarta Slipi Petamburan.

Namun sebenarnya ini bukan kali pertama pria 48 tahun ini memanjat baliho. Pada Desember 2016, dia memanjat baliho di Harmoni, Kebon Jeruk, dan Grogol, Jakarta Barat. Waktu itu, dia berdiri diatas baliho dengan mengibarkan bendera merah putih dan membentangkan spanduk bertuliskan "Tangkaplah daku akan kuberikan pembunuh anak yatim padamu". Agustinus juga pernah memanjat baliho di sejumlah wilayah seperti di Senen, Jakarta Pusat, dan Badung, Bali, untuk memprotes kematian keponakannya, David Natalis.

David yang dilaporkan meninggal akibat kecelakaan pada Juni 2016 itu diyakini Agustinus meninggal akibat orangtua angkat David yang merupakan anggota tentara. Agustinus sempat dinyatakan mengidap gangguan jiwa berdasarkan assessment Suku Dinas Sosial Jakarta Barat.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!