Heboh Pengemis Suruhan 'Cucu', Nenek Supini Akhirnya Berhasil Diselamatkan
SerbaSerbi

Buruknya kelakuan pria yang mempekerjakan lansia untuk mengemis di jalanan Semarang telah mendapatkan jalan keluar.

WowKeren - Video viral yang menunjukkan seorang cucu memaksa neneknya untuk mengemis mulai menunjukkan titik terang baru. Hasil penyelidikan polisi menyebutkan bahwa pelaku tersebut bernama Suwarno. Meski demikian belum dijelaskan apakah nenek yang dipaksa mengemis itu adalah neneknya sendiri atau orang lain. Suwarno kini masih diperiksa di Polrestabes Semarang.

Adapun sosok nenek yang menjadi korban itu bernama Supini. Dalam video viral di media sosial, dia disuruh untuk mengemis oleh sosok pria berpakaian warna merah. Video itu bersambung ke video kedua, dimana video itu menunjukkan bahwa nenek Supini menepi dari perempatan lampu merah RSUP Dr Kariadi.

Kemudian ketika nenek Supini menepi, dia ditemui seorang laki-laki berpakaian biru. Itu adalah sosok laki-laki yang sama. Rupanya dalam video kedua itu menggambarkan bahwa nenek Supini sedang beristirahat dari kegiatannya mengemis.

Saat istirahat itulah, Suwarno sesekali membantu mengelap keringat di wajah sang nenek. Meski dilakukan dengan kasar, dan pada adegan terakhir, lap itu kemudian dilempar ke muka nenek Supini. Nggak diketahui pasti apa yang terjadi namun Suwarno kemudian mengambil kantong nenek Supini dan menghitung hasilnya.

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wiyono Eko Prasetyo, pihaknya memastikan akan menjerat Suwarno dengan Undang undang anti trafficking. Suwarno bisa diancam dengan hukuman penjara 15 tahun. Alasannya, ia sudah melakukan eksploitasi terhadap Supini.


"Disidik terjerat Undang-undang Perdagangan Orang. Hukuman minimal 3 tahun penjara maksimal 15 tahun. Benar dieksploitasi. Uang dipakai tersangka untuk memenuhi kebutuhan," kata Eko.

Hingga saat ini Suwarno masih dimintai keterangan dan diselidiki apakah ada "Supini" yang lain. Suwarno sempat beberapa kali berkilah dan mengaku sebagai cucu angkat Supini namun ternyata dia berbohong dan akhirnya mengatakan yang sebenarnya. "Untuk korban lainnya masih kami kembangkan, ada tidak," kata Kasat Reskrim.

Sementara itu untuk Supini saat ini ditangani Dinas Sosial Kota Semarang. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengaku sangat berterima kasih kepada kepedulian warga kota Semarang. Dia memang memerintahkan Dinas Sosial untuk menangani masalah ini.

"Kan kita sering lihat teman-teman menangani serius masalah orang terlantar. Namun mereka yang sudah di jalanan itu seringkali bermain kucing-kucingan dengan petugas. Ini PR bagi pemerintah. Negara harus hadir dalam mengatasi masalah itu," kata Wali Kota Semarang, Hendi.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!