Jokowi Tawarkan Investasi, Pengusaha Korsel Lirik Proyek Pembangkit Listrik
Nasional

Berikut ini yang menjadi fokus investasi para pengusaha dari Korea Selatan setelah acara Business Summit.

WowKeren - Presiden Joko Widodo memanfaatkan acara Indonesia-Korea Business Summit untuk mempromosikan peluang investasi Indonesia kepada bos-bos konglomerat (Chaebol) asal Korea Selatan. ‎ Peluang investasi di Indonesia yang terbuka diyakini bisa memberikan dampak baik bagi kedua belah pihak.

"Korea Selatan merupakan investor terbesar ketiga yang masuk ke Indonesia setelah Singapura dan Jepang. Ke depan kami berharap Korea Selatan dapat terus meningkatkan penanaman modalnya,” ujar Presiden Joko Widodo.‎

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut bahwa investor asal Korea Selatan (Korsel) menaruh minat pada sejumlah proyek infrastruktur di sektor energi khususnya pembangkit listrik.

Sebagai tahap awal, Kepala BKPM Thomas Trimakasih Lembong mengatakan, pekan ini akan dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sejumlah proyek senilai total USD 200 juta dengan beberapa investor.


"Ekspektasi di sektor infrastruktur, pembangkit listrik. Sepertinya, ada beberapa memorandum of understanding (MoU) proyek yang akan diteken nilainya kira-kira US$ 200 juta," tutur Thomas di sela gelaran Indonesia-Korea Business Summit di Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa (14/7). Secara terpisah, Direktur Perencanaan Korporat PLN Nicke Widyawati berharap, selain masuk ke sektor pembangkit listrik, investor Korsel juga diharapkan mau berinvestasi pada pembangunan pabrik komponen ketenagalistrikan dengan menggandeng pelaku usaha lokal.

Hal itu dipercaya bisa meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri hingga mencapai 75 persen dalam tiga tahun mendatang. "Kemudian, untuk transporter gas, storage itu kan bisa mereka (investor Korsel) bangun di sini karena kebutuhan banyak," terangnya.

Saat ini, sambung Nicke, investor Korsel lebih banyak berinvestasi di sektor konstruksi pembangkit listrik. Kontribusi Korsel dalam memproduksi listrik lewat skema produsen listrik independen (IPP) sebesar 9 persen dari total IPP yang berasal dari perusahaan asing.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!