Begini tanggapan Ahok dan tim pendukung soal dugaan pelanggaran Pilkada DKI oleh Bu Vero.
- Tim WowKeren
- Kamis, 23 Maret 2017 - 10:30 WIB
WowKeren - Baru-baru ini Ketua Panwaslu Jakarta Timur, melaporkan temuan dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh Veronica Tan. Istri calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ini disebut menghadiri acara Posyandu tanpa meminta izin terlebih dahulu.
Menanggapi hal tersebut, Ahok mengaku tak masalah. Ia menilai tak ada pelanggaran yang terjadi saat istrinya menghadiri acara posyandu di Kelurahan Cipinang Melayu itu. "Namanya diduga (pelanggaran) kok. Diduga buktiin saja," kata Ahok dilansir dari Liputan 6, Rabu (22/3).
"Ada enggak kampanye? Namanya juga diduga," tambah Ahok. Ia meminta agar Panwaslu tidak melebih-lebihkan saat menanggapi kehadiran Veronica dalam acara tersebut. Hal serupa juga disampaikan oleh jubir tim pemenangan Ahok-Djarot, Bestari Barus.
Menurutnya tidak ada pelanggaran yang dilakukan Veronica sebab saat itu mereka tak menggunakan fasilitas negara. "Posyandu kok fasilitas pemerintah? Tempatnya itu yang didatangi kan kantor RW, bukan fasilitas pemerintah. Jadi jangan lebay," kata Bestari.
Pihak Ahok-Djarot justru kembali menyerang kubu lawan dengan dengan spanduk yang berisi isu SARA. "Mendingan Panwaslu mengurusi masjid-masjid yang dipolitisasi kemudian ada spanduk tendesius. Ibu Veronica melanggar apa? Memang dia siapa?" ungkap Bestari.
Sementara itu, sebelumnya Ketua Panwaslu Jakarta Timur mengaku masih akan mendalami kasus tersebut. Pasalnya ia menilai jika program Posyandu merupakan program kelurahan atau program pemerintah daerah yang tak pantas dijadikan media kampanye.
(wk/)