Myanmar Murka, PBB Selidiki Pembunuhan dan Pemeriksaan Kaum Rohingya
Dunia

Begini tanggapan pemerintah Myanmar atas keputusan Dewan HAM PBB untuk melakukan penyelidikan atas kasus Rohingya.

WowKeren - Kasus pembunuhan dan pemerkosaan warga Rohingya di Myanmar menjadi perhatian Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Baru-baru ini mereka memutuskan untuk melakukan penyelidikan atas dugaan tersebut.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu sempat muncul pemberitaan yang menyebutkan jika militer Myanmar telah membunuh, memperkosa dan menyiksa warga muslim yang mendiami kawasan Rakhine itu. Kejadian itu juga memaksa ratusan warga lainnya mengungsi.

Keputusan PBB itu rupanya membuat pemerintah Myanmar geram. Kementerian Luar Negeri Myanmar baru-baru ini mengatakan jika penyelidikan tersebut justru akan memperburuk keadaan dan memperbesar konflik yang ada.


"Pembentukan tim pencari fakta internasional justru akan memperbesar masalah, bukannya menyelesaikan masalah," ujar pihak Kemenlu Myanmar.

Sementara itu, Myanmar sendiri kabarnya telah melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut. Namun, kelompok HAM dan juga PBB tampaknya meragukan penyelidikan yang dipimpin oleh Wakil Presiden Myint Swe.

Sebelumnya Kantor HAM PBB yang berbasis di Jenewa, Swiss telah mengeluarkan laporan yang mengatakan jika tentara Myanmar telah membunuh, memperkosa dan membakar desa-desa yang dihuni warga Rohingya. Bahkan mereka menyebut operasi militer itu kemungkinan mengarah pada kejahatan kemanusiaan dan pemusnahan etnis.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!