Pasangan ini menyertakan 'Allah' sebagai nama belakang dan kesusahan mendapat Akta Kelahiran.
- Tim WowKeren
- Selasa, 28 Maret 2017 - 10:59 WIB
WowKeren - Sepasang kekasih, Elizabeth Handy dan Bilal Walk memberikan nama putri "ZalyKha Graceful Lorraina Allah". ZalyKha lahir di Atlanta dua tahun lalu. Ketika itu, nggak ada persoalan apa pun yang timbul dari namanya.
Tapi masalah itu muncul ketika dia sudah berusia setahun, persisnya saat sang ayah ingin melegalisasi kelahiran ZalyKha di pemerintah negara bagian Georgia. Legalisasi berupa akta kelahiran itu penting, seperti dilansir Daily Mail, karena selain soal pengakuan negara, juga terkait beragam fasilitas yang bakal didapatkan ZalyKha.
Tapi betapa terkejutnya Bilal dan Elizabeth saat Departemen Kesehatan Publik Georgia menolak mengesahkan nama putrinya. Dengan kata lain, ZalyKha tak diakui keberadannya oleh negara.
Departemen itu dalam keterangan resminya mengungkapkan menolak mengesahkan nama ZalyKha bukan lantaran terdapat nama "Allah" yang notabene berarti Tuhan atau yang maha kuasa dalam tradisi agama Abrahamik. Ketiga agama besar dalam tradisi itu memang menabukan "Allah" sebagai nama seseorang.
Penolakan itu lantaran terdapat peraturan Georgia yang mengharuskan nama belakang penduduknya merujuk pada nama belakang orangtuanya. Dengan begitu, pemerintah menyarankan nama belakang ZalyKha diganti menjadi Handy seperti sang ibu, Walk dari si ayah atau menggabungkan keduanya.
Negara Bagian Georgia sebenarnya memunyai peraturan yang membolehkan warga menamakan anak-anaknya tanpa merujuk nama belakang orangtuanya. Aturan itu berlaku untuk warga dari etnis-etnis tertentu yang memunyai akar kebudayaan asli kuat.
(wk/)