Simak tanggapan Fadli Zon atas pernyataan Presiden Jokowi terkaiit pemisahan agama dan politik.
- Tim WowKeren
- Rabu, 29 Maret 2017 - 13:23 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo kabarnya sempat berbicara mengenai agama dan politik saat mengunjungi Tugu Titik Nol Pusat Peradaban Islam Nusantara, Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Dalam pernyataanya, sang presiden mengatakan jika persoalan politik dan agam harus dipisah.
"Inilah yang harus kita hindarkan. Jangan sampai dicampur adukkan antara politik dan agama, dipisah betul, sehingga rakyat tahu mana yang agama, mana yang politik," ujar Jokowi.
Namun, pernyataan tersebut rupanya dibantah oleh Fadli Zon. Wakil Ketua DPR ini mengatakan jika ucapan Jokowi itu kurang tepat. Pasalnya, menurut Fadli agama dan politik sudah menjadi realitas sosial yang tidak bisa dipisahkan dalam masyarakat Indonesia.
"Pernyataan Presiden Jokowi kurang tepat, bermasalah, dan bahkan ahistoris. Indonesia bukanlah negara agama, tapi itu bukan berarti agama harus terpisah dari kehidupan politik," ujar Fadli Zon. "Agama menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari rakyat Indonesia melingkupi seluruh aspek kehidupan baik ekonomi, politik, hingga hukum. Hukum agama diakui dalam sistem hukum kita seperti hukum perkawinan, warisan, dan seterusnya."
Sebagai bukti, Fadli Zon menerangkan berbagai urusan pemerintahan yang dipengaruhi agama. Salah satunya saat Bung Hatta mengingatkan Presiden Soeharto agar RUU Perkawinan disesuaikan dengan aspirasi umat Islam.
Ia juga mengatakan jika Pancasila hingga UUD 1945 semuanya diawali dengan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa. Oleh karenanya, pemisahan agama dan politik justru bisa menimbulkan masalah. "Justru pemisahan agama dan politik bisa menimbulkan masalah," imbuhnya.
Lebih lanjut, Fadli Zon berharap agar Jokowi bisa lebih jelas dalam mengidentifikasi suatu permasalahan. Sebagai contoh, dalam pilkada DKI, polemik justru disebabkan oleh pernyataan yang dianggap provokatif oleh salah satu pihak.
"Jika saja tidak ada pernyataan Basuki Tjahaja Purnama yang menyinggung kelompok Islam, gesekan masyarakat juga tidak akan eskalatif seperti saat ini. Sebelum ada pernyataan provokatif dari Basuki, hubungan antar umat beragama di Jakarta, baik-baik saja," tegas Fadli Zon.
(wk/)