Begini usaha Presiden Jokowi menangani masalah ketimpangan ekonomi antara yang kaya dan miskin.
- Tim WowKeren
- Rabu, 29 Maret 2017 - 20:08 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo mengungkap adanya ketimpangan antara desa dengan kota. Jokowi menilai jika hal tersebut merupakan penyebab utama tingginya urbanisasi. Untuk itu, pemerintah akan lebih fokus untuk melakukan percepatan pembangunan desa selama 2017 ini.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membuka Rapat Terbatas mengenai Percepatan Pembangunan Desa, di Kantor Presiden, Rabu (29/3). "Pada tahun 2017, kita akan lebih fokus untuk mengatasi persoalan ketimpangan," kata Jokowi.
"Bukan saja ketimpangan antardaerah, ketimpangan antara yang kaya dengan yang miskin, tapi juga ketimpangan antara desa dengan kota," tambah Jokowi. Ketimpangan itu terlihat saat persentase jumlah penduduk kota semakin meningkat setiap tahun.
Sejak tahun 2015, pemerintah terus meningkatkan alokasi dana desa. Pada 2017 ini pemerintah bahkan telah menyalurkan dana desa sebesar Rp 60 triliun. Sayangnya, masih ada 4 kabupaten/kota yang dana desanya tidak cair serta 241 desa lain yang belum menerima dana karena berbagai faktor.
"Saya minta masalah ini bisa segera diatasi. Dan tahun 2017 ini, saya minta dipastikan betul semua desa bisa menerima dana desa," ungkap Jokowi. "Tahap berikutnya, saya ingin agar alokasi dana desa digunakan lebih besar lagi untuk pengembangan potensi ekonomi desa, terutama untuk sektor pertanian, perikanan dan industri UMKM di desa."
(wk/)