Begini penjelasan Dubes RI di Rusia, mengenai WNI yang tinggal di sekitar lokasi teror bom.
- Tim WowKeren
- Selasa, 04 April 2017 - 11:44 WIB
WowKeren - Mengingat ada sekitar 115 WNI yang terdiri atas 90 mahasiswa dan sisanya tenaga kerja Indonesia (TKI) berada di kota lokasi ledakan teror bom Rusia, Duta besar RI untuk Federasi Rusia, M. Wahid Supriyadi, memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban. Ledakan itu berlangsung kemarin, Senin 3 April 2017, di kereta bawah tanah di St Petersburg, Rusia.
"Kami telah kontak Permira (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Rusia- red) Saint Petersburg dan Konsul Kehormatan di sana," kata Dubes Wahid dilansir Antara, Selasa, 4 April 2017. "KBRI telah membuat surat edaran yang berisi imbauan agar WNI berhati-hati," imbuhnya. Berdasarkan data KBRI, di seluruh Rusia ada sekitar 900 WNI, yang sebagian di antaranya tinggal di Moskow, ibu kota Rusia.
Dilansir Reuters, Menteri Kesehatan Rusia Veronika Skvortsova mengatakan sedikitnya 10 orang tewas dan 47 orang terluka pada kasus ledakan kereta bawah tanah tersebut. Komite Antiterorisme Nasional Rusia mengabarkan, 9 orang yang tewas dalam ledakan sedang melaju antarstasiun kereta metro bawah tanah. Ledakan terjadi pada pukul 14.40 waktu setempat yang merupakan jam sibuk.
Ledakan tersebut mengakibatkan lubang besar terbentuk di sisi gerbong kereta dengan serpihan logam berserakan di sepanjang peron. Kantor berita Interfax mengabarkan, ledakan itu dicurigai berasal dari bahan peledak, yang disembunyikan di dalam koper.
(wk/)