Polisi Sebut Massa Makar Masuk Lewat Gorong-Gorong, Pihak Sekjen FUI: Tak Masuk Akal
Nasional

Begini bantahan pihak Sekjen FUI atas tuduhan makar lewat gorong-gorong yang diungkap pihak kepolisian.

WowKeren - Isu makar yang menyeret nama Sekjen FUI Muhammad Al Khathath tengah dalam penanganan pihak kepolisian. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan jika dari hasil penyelidikan ditemukan dugaan jika massa akan masuk ek DPR melalui gorong-gorong.

"Ada tujuh pintu dari hasil rapat itu, ada gorong-gorong nanti lewat situ bisa masuk. Jadi dengan asumsi bahwa jika semua massa sudah masuk gedung DPR, akan kesulitan untuk dikeluarkan. Ini sudah ada pemufakatan 2 sudah ada niat yang dihasilkan daripada rapat itu," ujar Kombes Argo.

Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh pengacara Al Khathath, Achmad Michdan. Menurutnya hal tersebut tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan logika. Apalagi Al Khathath dan lainnya merupakan orang-orang yang kerap berkunjung ke DPR.

"Tidak masuk akal. Ngapain masuk lewat gorong-gorong, emangnya tikus," ujar Michdan. "Kalau sekarang mereka mau masuk lewat gorong-gorong, bukankah itu malah membuat marah para anggota dewan yang merupakan tuan rumah. Kalau masuknya saja lewat gorong-gorong ya tidak mungkin diterima oleh anggota dewan."


Bahkan Michdan menantang pihak kepolisian untuk mengatakan siapa yang memberi informasi mengenai gorong-gorong tersebut. "Sebut saja siapa yang mengungkap dan siapa itu perencananya. Kalau itu Al Khathath tidak mungkin," imbuhnya.

Sementara itu, selain lewat gorong-gorong pihak kepolisian juga mengungkap jalur lain yang diduga menjadi akses massa memasuki DPR. Meski begitu hal tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan lebih dalam.

"Bahwa masuk di gedung DPR dan MPR itu ada beberapa jalan, ada jalan yang akan dilewati. Ada juga nanti caranya untuk menabrakkan kendaraan yaitu truk atau kendaraan nanti di pagar belakang DPR," terang Kombes Argo. "Ya itu dalam satu rapat pertemuan di situ, kita sudah dalami ya. Kemudian juga bahwa untuk melakukan revolusi ini itu nanti akan di selenggarakan setelah tanggal 19 April, setelah pencoblosan, nanti akan baru dilaksanakan, itu udah direncanakan di situ, terkait dengan pertemuan itu."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!