Seperti apa tanggapan pemerintah usai Indonesia disebut Trump sebagai negara yang curang dalam perdagangan AS?
- Tim WowKeren
- Selasa, 04 April 2017 - 15:19 WIB
WowKeren - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump baru-baru ini mengumumkan negara-negara yang disebutnya curang dalam perdagangan AS. Menurutnya negara-negara itu menyebabkan Negeri Paman Sam itu defisit hingga USD 50 miliar.
Diketahui Indonesia rupanya termasuk dalam daftar yang dirilis oleh AS. Hal tersebut tentunya menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah RI.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan jika pihaknya akan mendalami apa yang menyebabkan Trump membuat tudingan tersebut. Meski begitu, Darmin menjelaskan jika produk-produk yang diekspor Indonesia ke AS bukanlah pesaing produk lokal AS.
"Kita akan pelajari dulu dengan kementerian masing-masing. Namun sebagian besar ekspor kita ke AS itu kan sebetulnya tidak bersaing dengan produk mereka. Kita coba sisir dulu deh mau kita pelajari beberapa hari lagi baru kita akan jelaskan, apa yang akan kita lakukan," ujar Darmin.
Sementara itu, Kepala Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi mengatakan jika daftar itu menyiratkan jika AS ingin menyeimbangkan perdagangan kedua negara. Pemerintah AS tampaknya berharap Indonesia juga banyak menyerap produk dari AS.
"Sebetulnya kita nggak curang. Hanya saja AS ingin kita balance. Apakah kita beli banyak dari dia (AS) atau gimana. Misalnya pesawat atau apa," jelas Sofyan.
Sementara itu, selain Indonesia ada beberapa negara lain yang termasuk dalam daftar negara "curang". Diantaranya ada Tiongkok, Kanada, Perancis, Jerman, India, Irlandia, Italia, Jepang, Malaysia, Meksiko, Korea Selatan, Swiss, Taiwan, Thailand dan Vietnam.
(wk/)