Begini kondisi warga Suriah pasca diserang menggunakan gas beracun.
- Tim WowKeren
- Rabu, 05 April 2017 - 09:34 WIB
WowKeren - Serangan gas beracun terjadi di kawasan yang masih dikuasai oleh pemberontak di Provinsi barat laut Idlib, Suriah. Akibatnya 100 orang diperkirakan tewas dan 400 lainnya mengalami luka-luka.
Kelompok HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights mengatakan jika serangan ini dilancarkan oleh jet Suriah. Dalam sekejap, banyak orang yang seolah seperti tersedak atau bahkan mengeluarkan busa dari mulutnya.
Kepala Otoritas Kesehatan Idlib, Mounzer Khalil mengatakan zat beracun itu diduga adalah sarin dan klorin. Saat ini para korban telah memenuhi rumah sakit di provinsi itu. Sebagian besar diantaranya adalah anak-anak.
Sementara itu, ini bukan kali pertamanya senjata kimia digunakan dalam konflik di Suriah. Pada 2013 lalu, pemerintah Suriah diduga menggunakan gas sarin dan menewaskan ratusan warga di Ghouta.
Pihak pemerintah Suriah sendiri baru-baru ini telah membantah menggunakan gas beracun. Kementerian Luar Negeri Suriah mengatakan jika pihak militer tidak memiliki senjata kimia dan tak pernah menggunakannya di kota manapun.
Meski begitu, pernyataan tersebut tidak cukup meyakinkan bagi publik dan dunia internasional. Sejumlah lembaga dan juga memimpin negara ikut mengecam penggunaan gas beracun tersebut.
(wk/)