Ini pengalaman mengerikan korban serangan senjata kimia di Suriah baru-baru ini yang menewaskan puluhan orang.
- Tim WowKeren
- Kamis, 06 April 2017 - 10:40 WIB
WowKeren - Serangan senjata kimia yang terjadi di Khan Sheikhoun, Idlib, Suriah tengah menjadi perhatian dunia. Sejumlah negara mengecam peristiwa ini dan menyebutnya sebagai kejahatan perang yang kejam. Belakangan diketahui puluhan orang meninggal, termasuk diantaranya anak-anak.
Insiden gas beracun tersebut tak pelak menyisakan duka dan kengerian yang mendalam bagi warga. Seorang korban selamat, Mohammad Nejdat Youssef mengatakan jika peristiwa itu terjadi pada Selasa (4/4) pagi hari. Saat itu, pria yang bekerja sebagai petani itu mendengar dentuman yang diduga misil udara jatuh ke tanah. Ia kemudian keluar dari rumahnya untuk mencoba membantu mencari korban.
Saat mendekati lokasi, keadaan sekitar dipenuhi asap tebal berwarna putih kekuningan. Yossef yang saat itu terpapar gas kemudian merasa keseimbangannya mulai terganggu, matanya perih, hidungnya berair dan mulutnya mulai berbusa. Beruntung, ia hanya terpapar ringan sehingga dapat segera ditangani dengan bantuan medis.
Namun, hal yang berbeda dialami keponakan dan istri serta warga lainnya. Tidak sedikit yang mengalami paparan lebih parah hingga harus dirawat intensif atau bahkan meninggal dunia. Banyak korban serangan tersebut yang mengalami kondisi serius namun karena tak cukup kritis, mereka tak bisa mendapat perawatan di rumah sakit besar.
Bukan hanya Yossef, baru-baru sebuah rekaman balita korban senjata kimia juga beredar di media sosial. Dalam video yang menyayat hati itu, balita malang tersebut tampak kesulitan bernafas usai terpapar gas beracun.
Sementara itu, pemerintahan AS menuding jika rezim pemerintahan al-Assad berada di balik serangan ini. Namun, Rusia justru menyebut jika gas beracun itu berasal dari gudang senjata pemberontak yang hancur akibat serangan militer Suriah.
(wk/)