Donald Trump Tuduh Indonesia Curang, BI Beri Penjelasan
Nasional

Berikut ini beberapa alasan Indonesia tidak termasuk dalam negara yang berbuat 'curang' pada perdagangan dengan AS.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan jika pihaknya tengah menyelidiki negara mitra dagang AS yang menyebabkan negara perdagangan defisit. Diantara beberapa negara yang ada, Indonesia disebut-sebut termasuk dalam daftar.

Menanggapi hal tersebut, pihak Bank Indonesia (BI) juga ikut berkomentar. Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara mengatakan jika 15 tahun lalu AS merupakan negara terbesar kedua tujuan ekspor Indonesia. Namun kini sudah tidak lagi.

"Tapi sekarang, AS nomor 3 jadi peranan AS mulai menurun, sekarang pasar ekspor kita besar ke China, ke negara ASEAN," ujar Mirza. Ia memastikan jika Indonesia bukalah penyebab defisit AS. Mengingat kriteria pertama adalah menyebabkan defisit hingga USD 20 miliar, sedangkan Indonesia hanya surplus USD 13 miliar.

Alasan lainnya adalah ekspor impor barang dan jasa Indonesia yang masih defisit. Menurut Mirza, kriteria selanjutnya adalah ekspor impor barang dan jasanya surplus. Terakhir, Indonesia tidak masuk kriteria lantaran tidak melakukan intervensi valas untuk melemahkan mata uangnya dan membuat harga ekspor murah.


Meski begitu, Mirza mengimbau pemerintah untuk tetap mendalami pernyataan itu. Terutama untuk menemukan kemungkinan pihak Trump menemukan faktor lain yang tidak dilihat oleh Indonesia.

"Jadi intinya bahwa perlu betul kita harus waspada, perlu pembicaraan negosiasi dengan pemerintah AS untuk meyakinkan bahwa Indonesia tidak termasuk negara yang dianggap mengambil melakukan currency unfair trade, itu harus bisa kita yakinkan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Mirza juga menyarankan Indonesia untuk mencari negara tujuan ekspor lainnya. Mengingat AS sudah menurun perannya. "Untuk jangka panjang kita harus meningkatkan diversifikasi ekspor kita, kepada Eropa, negara Afrika, kepada negara berbagai Asia yang sekarang tumbuh, mungkin 20 tahun lalu kita tidak bicara Myanmar, sekarang kita lihat Myanmar tumbuh, Vietnam dan Kamboja kita lihat tumbuh bagus, itukan bisa jadikan pasar ekspor kita," pungkas Mirza.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait