Begini perencanaan Kemenhub bersama PUPR untuk mengurangi kemacetan di jalur mudik tahun ini.
- Tim WowKeren
- Kamis, 06 April 2017 - 15:47 WIB
WowKeren - Untuk mengurai titik-titik kemacetan pada arus mudik mendatang agar tidak semacet tahun sebelumnya, Kementrian Perhubungan (Kemenhub) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan upaya perbaikan. ”Kita siapkan exit-exit yang lebih banyak. Rencananya kami akan membuka semua exit ke jalan nasional,” kata Direktur Bina Marga, Arie Setiadi Moerwanto, setelah melakukan rapat koordinasi dengan Dirjen Perhubungan Darat kemarin, 5 April 2017.
Dijelaskan Arie bahwa nantinya exit ke Prupuk dan Purwokerto diharuskan fungsional agar kendaraan tidak menumpuk semua di utara. ”Dengan adanya exit ini, kita bagi agar tidak menumpuk di utara. Untuk di gerbang exit nanti, kita batasi antreannya supaya tidak terlalu panjang. Maksimal 2 kilometer. Sisanya dialihkan,” paparnya. Mengenai kesiapan infrastruktur tol dan jalan nasional, Arie menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya masih berupaya untuk memenuhi apa yang telah dijanjikan Menteri PUPR, yakni jalan tol Pantura bisa fungsional hingga Ngaliyan, Semarang.
”Sampai Pemalang insya Allah operasional. Selebihnya masih fungsional. Saat ini, kita optimis bisa fungsional sampai Weleri (Kendal),” ujarnya. Selain membuka titik exit baru, Arie juga menginstruksikan perbaikan jalan berlubang, sebab di musim mudik nanti, kata Arie, tidak boleh ada lagi jalan nasional yang berlubang. Arie juga mengatakan saat ini sedang dilakukan pembangunan empat jalan layang yang rencananya bisa fungsional pada musim mudik nanti.
”Dari empat jalan layang itu, kami optimis dua jalan layang. Yakni di Dermoleng (Brebes) dan Klonengan (Tegal),” ujar Arie. Kendati begitu, menurutnya ada beberapa hal yang masih harus diselesaikan terlebih dahulu terutama soal pembebasan lahan. Sejauh ini Arie mengakui bahwa dana talangan yang diberikan pemerintah sangat membantu pembangunan infrastruktur jalan tol, namun untuk ruas Weleri hingga Ngaliyan, pihaknya masih terus berkutat dengan pembebasan lahan yang terkendala.
”Seperti ada yang surat-suratnya tidak lengkap. Tidak tahu siapa pemiliknya. Kita enggak bisa bayar ke sembarang orang. Beberapa juga ada yang tidak sepakat dengan harga. Tapi, kita upayakan terus,” terangnya. Sementara itu demi kelancaran arus mudik dan arus balik, Kemenhub akan mengkaji wacana penerapan sistem ganjil genap di ruas tol saat musim mudik nanti. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto mengatakan, jika menurut masyarakat sistem tersebut berjalan dengan baik di ibu kota dan efektif mengurangi kemacetan, pihaknya akan melakukan kajian, namun sebelumnya harus ada usulan terlebih dulu dari masyarakat.
”Kalau menurut masyarakat bagus, ya kita kaji. Kita lihat, kita koordinasikan, mana yang lebih banyak menguntungkan. Itu yang akan kita laksanakan,” kata Pudji. ”Kalau contoh soal ganjil-genap yang ada di jalan Sudirman-Thamrin yang itu menurut masyarakat oke, ya silakan saja disampaikan kepada kita untuk kita lakukan pengkajian,” tambahnya.
(wk/)