Ini target rudal yang ditembakkan oleh militer AS ke Suriah sebagai respon atas serangan senjata kimia.
- Tim WowKeren
- Jumat, 07 April 2017 - 10:54 WIB
WowKeren - Serangan senjata kimia di Khan Sheikhun, Provinsi Idlib, Suriah menuai kecaman dari dunia internasional. Salah satunya dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Jumat (7/4), militer AS dilaporkan menembakkan rudal ke Suriah.Setidaknya 59 rudal Tomahawk diluncurkan dari kapal USS Porter dan USS Ross di Laut Mediterania dengan menargetkan pangkalan udara, pesawat Suriah, landasan udara dan stasiun pengisian bahan bakar.
"Rudal-rudal tersebut mengincar pesawat tempur, tempat penampungan pesawat, petroleum dan area penyimpanan logistik, bungker suplai amunisi, sistem pertahanan udara dan radar," ujar juru bicara Pentagon, Kapten Jeff Davis.
Seorang pejabat militer Suriah mengatakan jika rudal itu ditembakkan sekitar pukul 03:45 waktu setempat. Serangan itu kabarnya mengakibatkan kerusakan di satu pangkalan udara Suriah.
"Satu pangkalan udara kami di pusat negara menjadi sasaran serangan rudal yang ditembakkan oleh AS pada subuh dan menyebabkan sejumlah kerusakan," ujarnya.
Serangan rudal kabarnya dilakukan atas perintah Donald Trump sebagai balasan atas serangan senjata kimia. Pemerintah AS tampaknya meyakini jika peristiwa yang menewaskan setidaknya 80 orang termasuk puluhan anak-anak itu adalah perbuatan militer Suriah dibawah pimpinan Presiden Bashar al-Assad .
Apalagi sejumlah korban selamat mengatakan jika serangan gas beracun itu dijatuhkan dari pesawat tempur Suriah. Meski begitu pemerintah al-Assad sebelumnya telah membantah serangan tersebut dan menyalahkan pasukan pemberontak.
(wk/)