Enam Orang Berhasil Kabur, RI Tetap Kesulitan Ungkap Penyekapan WNI di Arab
Nasional

Ini hambatan yang membuat pemerintah RI mengalami kesulitan untuk mengungkap penyekapan WNI di Riyadh, Arab Saudi.

WowKeren - Laporan terkait 300 WNI yang disekap dan disiksa di Riyadh, Arab Saudi tengah menjadi perhatian pemerintah RI. Mereka diduga adalah TKI yang kemudian disekap oleh perusahaan tempatnya bekerja.

Baru-baru ini ada kabar yang menyebutkan enam diantara WNI itu telah berhasil kabur. Mereka kemudian mendapat perlindungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sendiri mengatakan jika pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas kasus ini. Namun diakuinya itu tidak mudah lantaran TKI yang berhasil kabur tidak tahu nama perusahaan yang menyekapnya.


"Mereka yang sudah lepas, saat ditanya tidak tahu nama perusahaan dan penghubung mereka pertama kali," ujar Menlu Retno. Para TKI itu hanya memanggil penghubung dengan perusahaan itu dengan sebutan seperti "mami" atau "bunda".

Meski begitu, Menlu Retno memastikan jika penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap kasus ini. "Khususnya dari polisi, karena itu saya sudah bicara dengan Kapolri, Menaker, saya sudah bicara dengan kepala BNP2TKI, karena sekali lagi ini harus selesai, ini harus distop," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal sebelumnya mengatakan jika sebagian besar WNI itu berasal dari Nusa Tenggara Barat. Mereka diduga adalah TKI yang berangkat secara non-prosedural.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait