Dijemput Densus Usai Dideportasi Turki, Anggota DPRD Pasuruan Terlibat ISIS?
Nasional

Begini tanggapan partai PKS mengenai anggotanya yang dideportasi oleh otoritas Turki.

WowKeren - Anggota DPRD Pasuruan dari parta PKS, Muhammad Nadir Umar, dijemput Densus 88 Antiteror sepulang dideportasi otoritas Turki pada akhir pekan lalu. Kini ia menjalani beberapa tes assesment dari petugas di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Handayani.

"Iya, yang bersangkutan dari Pasuruan masih di tempat kami," kata Kepala RSPA Handayani Kemensos Neneng Heryani dilansir dari Tribunnews, Senin (10/4). Anggota DPRD itu akan direhabilitasi sesuai rujukan pihak Densus 88 yang diindikasi terkait dengan jaringan ISIS. Jika tidak, maka ia akan segera dipulangkan.

Mengenai hal tersebut, partai PKS pun memberikan tanggapannya. Politikus PKS Nasir Djamil memastikan bahwa Umar tidak terlibat jaringan terorisme. Ia mengklaim jika anggotanya hanya mengalami kesalahan administrasi paspor.


"Kami minta klarifikasi terkait Umar. Informasi terkait tidak terkait terorisme apalagi ISIS tapi terkait administrasi paspor," kata Djamil dilansir dari Detik. Ia kedapatan tak memiliki visa saat hendak memasuki wilayah Suriah.

PKS juga menegaskan bahwa penjemputan itu bukanlah penangkapan. "Alhamdulillah Umar tidak ada kaitannya dengan terorisme terkait Umar di Densus. Tentu saja semua harus sesuai dengan prosedur dan tetap kedepankan HAM dan praduga tak bersalah," tambah Djamil.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!