Apa alasan bahwa pemindahan ibu kota harus berada di luar Jawa? Berikut penjelasan Kepala Bappenas.
- Tim WowKeren
- Senin, 10 April 2017 - 13:57 WIB
WowKeren - Wacana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Palangka Raya nampaknya belum matang. Sebab, Menteri Perencanaan Nasional / Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengatakan bahwa ada beberapa kandidat kota yang berpotensi menjadi ibu kota baru.
Bambang mengatakan bahwa ibu kota pengganti Jakarta harus berada di luar Jawa. "Pokoknya harus di luar Jawa. Sudah, nanti malah munculin spekulan lagi," kata Bambang dilansir Antara.
Kendati begitu, Bambang menargetkan kajian pemindahan ibu kota dari Jakarta ke wilayah baru di luar Pulau Jawa akan selesai tahun ini. "Tahun ini jelas," tegasnya. Tim Bappenas dikatakan Bambang, sedang menganalisis kriteria wilayah, kemudian kesiapan dan ketersediaan lahan, hingga sumber pendanaan untuk pembangunan ibu kota baru yang dimaksud.
Bambang juga menjelaskan, pihaknya akan memberikan perkembangan pengamatannya kepada Presiden Joko Widodo secara teratur. Terkait nama Palangka Raya sebagai kandidat ibu kota baru, Bambang menjelaskan bahwa hal itu pernah digagas sebelumnya, yakni oleh Presiden pertama Indonesia, Soekarno, pada tahun 1950.
Rencana pemindahan ibu kota muncul kembali karena adanya kebutuhan pembentukan pusat perekonomian baru, hal itu disampaikan Bambang pada kesempatan sebelumnya. Menurutnya, Pulau Jawa terlalu mendominasi kegiatan perekonomian Indonesia, itu pun aktivitasnya belum merata, yakni banyak terkosentrasi di kawasan Jabodetabek atau DKI Jakarta. Rencana pemindahan ibu kota ini pun bisa terwujud jika didukung keputusan politik.
(wk/)