Ini alasan pihak Ahok-Djarot atas beredarnya lagu kampanye pasangan calon ini yang menuai kecaman.
- Tim WowKeren
- Senin, 10 April 2017 - 15:36 WIB
WowKeren - Video kampanye pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yang beredar di media sosial menuai kontroversi. Banyak pihak yang menilai jika postingan itu menghina Presiden Joko Widodo dan juga umat Islam.
Namun, cagub DKI Djarot mengatakan jika mereka tidak memiliki niat semacam itu. Menurutnya, video itu diambil dari peristiwa 1998. Djarot mengatakan jika pihaknya tidak hanya ingin menunjukkan isis pluralisme di Indonesia.
"Saya udah nonton dan itu memang terjadi kok, ya kita inget tahun 97-98 itu saya pikir sih tujuannya untuk menyampaikan jangan sampai terulang lagi kejadian kaya begitu ya," ujar Djarot. "Supaya kita sadar betul bahwa Jakarta dan Indonesia itu adalah bhineka, plural dan itu suatu fakta kenyataan maka mari kita rawat kebhinekaan itu."
Pihak tim sukses Ahok-Djarot sendiri mengatakan jika video itu mengungkap fakta historis yang terjadi di Indonesia. "Video itu menceritakan fakta historis kita sebagai bangsa, di mana proses nation building kita memang belum selesai. Selalu ada dalam penggalan sejarah kita, provokator yang mengancam dan mencabik-cabik tenun kebangsaan," imbuhnya.
Sementara itu terkait spanduk "Ganyang Cina", Juru bicara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, Raja Juli Antoni mengatakan jika hal itu adalah fakta.
"Itu kan fakta ada spanduk 'ganyang cina' di aksi-aksi itu. Jadi sebenarnya itu bukan hanya video untuk kampanye Ahok-Djarot, tapi kampanye bahaya disintegrasi bangsa, karena ujaran kebencian yang direproduksi terus-menerus oleh sekelompok orang," imbuhnya.
(wk/)