Pihak kepolisian mengungkap penyebab tewasnya satu penumpang mobil yang ditembak di Lubuklinggau.
- Tim WowKeren
- Rabu, 19 April 2017 - 07:43 WIB
WowKeren - Peristiwa penembakan sebuah Mobil Honda City di Lubuklinggau membuat pihak kepolisian menuai kecaman dari sejumlah pihak. Apalagi belakangan diketahui jika mobil tersebut berisi rombongan satu keluarga, terdiri dari ibu yang sudah berusia lanjut , anak-anaknya dan cucu yang masih kecil.
Akibat aksi tembakan tersebut, Surini (55) meninggal dunia. Sedangkan lima orang lainnya termasuk seorang anak, Genta (3) mengalami luka hingga harus dirawat di rumah sakit.
Pihak kepolisian sendiri mengatakan jika anggotanya, Brigpol MG terpaksa melepaskan lantaran curiga mobil tersebut tak berhenti saat di razia hingga hampir menabrak aparat. Apalagi pengendara mobil tetap tak mau membuka kaca meski polisi telah melepaskan tembakan peringatan.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga mengatakan pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan. Jika terbukti bersalah maka Brigpol MG bisa dikenai sanksi tegas lantaran dianggap telah lalai dan menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.
"Ada kelalaian petugas. Saat ini masih kita lakukan penyelidikan," ujar Hajat dilansir dari Detik. "Jika ia terbukti, akan langsung kita beri tindakan tegas."
Lebih lanjut, Hajat menerangkan jika satu korban meninggal akibat pantulan peluru di ban mobil. Polisi terpaksa menembak ban dan badan mobil lantaran pengendara tidak menggubris tembakan peringatan. Aksi pengejaran itu sendiri terjadi hingga sepanjang dua kilometer.
"Korban luka dan meninggal itu terluka akibat pantulan peluru dari ban mobil yang ditembaki anggota," terang Hajat. "Aksi kejar-kejaran cukup panjang hingga dua kilometer, tembakan ke udara sebagai peringatan diberikan tapi tak digubris. "
(wk/)