Salah satu penyelenggara pemungutan suara ini tiba-tiba diteriaki dan diusir beberapa warga ketika datang memberi penjelasan.
- Tim WowKeren
- Rabu, 19 April 2017 - 13:26 WIB
WowKeren - Sempat terjadi kericuhan di TPS 17, Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tempat pemimpin FPI Habib Rizieq Shihab mencoblos. Pasalnya, ada seorang perempuan yang protes tidak bisa mencoblos.
Perempuan bernama Berliana Sitorus asal Deli Serdang itu terdaftar di DPT dengan nomor 323, namun saksi TPS menyatakan Berliana tidak dapat mencoblos karena KTP yang dimilikinya belum berbentuk e-KTP. Ia pun tak membawa Kartu Keluarga (KK) untuk ditunjukkan. "Aku tinggal di asrama Gereja Bethel selama empat tahun sejak 2002. Jadi ini KTP sini," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara (KPPS) Kelurahan Petamburan, Wiwin Twinarti, yang berada di lokasi, menjelaskan mengenai permasalahan Berliana. Ia mengatakan, meski Berliana terdaftar dalam DPT, namun karena belum e-KTP dan tak membawa C6 atau formulir pemberitahuan, maka Berliana tak dapat memilih.
Warga yang berada di sekitar TPS tak bisa menerima penjelasan Wiwin. Mereka berteriak-teriak dan mengusir Wiwin. “Bu pulang aja bu, enggak ada gunanya di sini,” seru masyarakat sekitar TPS 17. Wiwin membalas teriakan masyarakat. “Siapa yang memangnya bikin ribut,” tukasnya.
Kericuhan di TPS itu memancing masyarakat di sekitar lokasi untuk berkumpul. Hal ini menyebabkan kemacetan di sekitar Jalan Petamburan. Melihat hal ini, aparat keamanan pun dengan sigap bertindak. Mereka membawa pergi Wiwin untuk mencegah terjadinya hal yang tak diinginkan.
(wk/)