Terkait dengan hal ini Redaksi Tirto dan Allan Nairn mengaku siap jika Mabes TNI melakukan upaya hukum.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 22 April 2017 - 14:18 WIB
WowKeren - Beberapa waktu belakangan netter gempar karena tulisan wartawan asing, Allan Nairn dengan judul "Trump's Indonesian Allies in Bed with ISIS-Backed Militia Seeking to Oust Elected President" yang kali pertama diluncurkan di situs The Intercept. Tulisan itu kemudian diterjemahkan dan ditampilkan di situs berbahasa Indonesia, Tirto.
Tulisan investigasi Nairn itu berkaitan dengan rencana makar di Indonesia yang menyebut ada keterlibatan militer. Dia juga menyinggung keterlibatan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai salah satu pihak yang mendukung rencana makar.
Pihak TNI angkat bicara mengenai tulisan hasil investigasi Allan Nairn yang diunggah ulang oleh redaksi Tirto. TNI menegaskan apa yang ditulis Allan tersebut tidak benar.
"Jadi mengenai tulisan Allan Nairn, saya menyatakan yang berkaitan dengan TNI itu hoax," kata Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto, dikutip dari Detik.
"Dan semestinya dari pihak yang mempunyai situs yakni Tirto, sebelum mengangkat mengenai tulisan itu, semestinya mengkonfirmasi ke Panglima TNI atau paling tidak ke saya. Ini kan ada tuduhan sensitif," sambung Wuryanto.
TNI, kata Wuryanto, tengah mempertimbangkan untuk mengajukan langkah hukum mengenai tulisan Nairn tersebut. "Dalam waktu dekat kami akan mengambil langkah hukum. Kami akan melaporkan ke polisi," ujarnya.
Bapak2 TNI: Kalau mau mengancam pers Indonesia yang berani, mohon mengancam saya juga. https://t.co/XET8rgyjSW
— Allan Nairn (@AllanNairn14) April 21, 2017
Allan Nairn pun menantang pihak TNI untuk turut menuntut dirinya. Hal itu diungkapkan lewat akun Twiiter-nya @AllanNairn14. Dengan menggunakan bahasa Indonesia, Allan mengatakan, jika pihak TNI mengancam insan pers Indonesia, TNI juga harus mengancam dirinya. "Bapak2 TNI: Kalau mau mengancam pers Indonesia yang berani, mohon mengancam saya juga," tulis Allan Nairn.
Terkait hal tersebut, Pemimpin Redaksi Tirto Sapto Anggoro mengatakan belum menerima surat keberatan dari Mabes TNI. Tirto mengaku siap jika Mabes TNI melakukan upaya hukum.
"Sekarang TNI mau melakukan tindakan hukum. Karena ini bagian dari proses liputan, kami tidak bermaksud jemawa. Kita akan menyiapkan diri apabila Mabes TNI melakukan upaya hukum," ujar Sapto.
(wk/)