Terancam Dideportasi, 8 Pembelot Korut Minta Perlindungan Trump
Dunia

Para pembelot Korea Utara terancam akan mendapat berbagai siksaan ini jika dipulangkan.

WowKeren - Pemerintah Korea Utara (Korut) kerap kali menuai sorotan lantaran berbagai kebijakannya yang dinilai tidak biasa. Bahkan beberapa diantaranya juga membuat warga negaranya sendiri merasa sengsara.

Diketahui banyak warga Korut yang membelot dan memutuskan untuk meninggalkan negara komunis tersebut. Mereka rata-rata tinggal di Tiongkok atau Korea Selatan (Korsel).

Baru-baru ini muncul kabar yang menyebutkan ada delapan pembelot Korut di Tiongkok yang terancam dideportasi. Mereka ditangkap dalam sebuah razia jalanan menyusul permintaan Donald Trump untuk menekan Korut untuk menghentikan program nuklir.

Demi menolong para pembelot itu, seorang pemuka agama Tiongkok mengirimkan video permintaan tolong untuk Donald Trump dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping. "Presiden Trump dan Presiden Tiongkok tolong selamatkan kami. Jika kembali ke Korut kami pasti akan mati," ujar salah satu pembelot wanita.


Phil Robertson, wakil direktur Human Rights Watch (HRW) cabang Asia sebelumnya juga meminta pemerintah Tiongkok untuk tidak memulangkan para pembelot tersebut. Pihak PBB juga telah meminta pemerintah Negeri Tirai Bambu itu untuk tidak mengirimkan mereka kembali ke Korut.

"Banyak saksi yang menyebutkan jika Kim Jong Un menjatuhkan hukuman untuk mereka yang dipulangkan. Hukuman itu bisa berupa penyiksaan, kekerasan seksual, kerja paksa atau hal buruk lainnya," ujar Phil.

Sejumlah warga Korut diketahui melarikan diri dari negaranya tiap tahun dan menyeberang ke Tiongkok atau Asia Tenggara. Banyak diantara mereka yang akhirnya ditampung di Korsel. Para pembelot itu ditolong oleh aktivis Hak Asasi Manusia, organisasi keagamaan atau swasta.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!