Ini efek yang dirasakan korban penyetruman oleh Kepala Sekolah SD di Malang.
- Tim WowKeren
- Selasa, 02 Mei 2017 - 16:51 WIB
WowKeren - Sejumlah orangtua murid Sekolah Dasar (SD) Lowokwaru 3 Kota Malang melaporkan tindakan Kepala Sekolah berinisial TJY, Ia diduga melakukan penyetruman pada empat siswanya dengan dalih melakukan terapi.
AS salah satu ibu korban mengatakan jika anaknya RA mengeluh pusing, sakit di beberapa bagian tubuhnya dan mimisan. Kepala Sekolah menunjuk secara spontan keempat siswa tersebut dan mengatakan akan dilakukan selama tiga hari berturut-turut.
"Semula anak saya tidak cerita, dia mengaku pusing dan tangannya sakit, katanya habis disetrum. Saya kira cuma setrum kejut saja. Tidak sampai sejauh itu," ujar AS. "Saat dikonfirmasi, wali kelas meminta maaf. Katanya tidak tahu. Kamis saya ke sekolah, beserta tiga orang wali murid. Bilangnya itu terapi."
Wali Murid sendiri mengaku tidak pernah diajak berkomunikasi terkait "terapi" tersebut dan tidak merasa ada yang salah dengan anak-anak mereka. Namun menurutnya kini korban justru mengalami trauma dan ketakutan.
Kasus tersebut juga menjadi perhatian Wali Kota Malang, M Anton. Pria yang biasa disapa Abah Anton ini mengaku pihaknya telah memanggil kepala sekolah yang bersangkutan. Menurutnya penyetruman sebagai "terapi kesehatan" itu terlalu beresiko dan tidak dikoordinasikan langsung dengan Pemkot Malang.
"Sudah ada pemanggilan dan penanganan khusus masalah ini. Kami sudah melakukan pemanggilan melalui Kepala Dinas Pendidikan," ujarnya. "Bukan berarti disetrum, bukan. Ada metode yang disampaikan kepada kita untuk semacam kesehatan untuk pola pikir lah. Tapi maksud baik itu yang belum pernah diajukan kepada kita atau koordinasi. Kesalahannya ini kan tidak lazim. Paling tidak pernah ada koordinasi. Sebenarnya untuk kesehatan, cuma salahnya ini."
(wk/)