Lyra Virna dilaporkan ke polisi oleh jasa travel umrah-haji yang juga digunakan oleh Kalina Oktarani. Simak ceritanya.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 20 Mei 2017 - 12:38 WIB
WowKeren - Belum usai kasus Kalina Oktarani, muncul nama Lyra Virna yang ternyata juga tersandung kasus dengan jasa travel umrah dan haji yang sama. Kalina beberapa waktu telah dilaporkan ke polisi oleh Lasty Annisa, pihak jasa travel tersebut, atas dugaan melakukan nama baik lantaran unggahannya di media sosial.
Serupa dengan Kalina, Lyra Virna juga ikut dilaporkan ke polisi dengan dugaan yang sama, yakni pencemaran nama baik. Berbeda dengan kasus Kalina yang mendapat pelayanan tidak baik selama umrah, Lyra Virna justru belum melakukan keberangkatan haji ke Tanah Suci yang direncanakan pada 2016 lalu.
Merasa kecewa karena belum diganti rugi oleh pihak travel, Lyra Virna akhirnya mengunggah postingan terkait kasus yang menimpanya itu lewat akun Instagram pribadinya. Alhasil, unggahan Lyra Virna itu berbuntut pelaporan oleh pihak travel kepada polisi.

Bersama sang kuasa hukum, Lasty Annisa mendatangi Polda Metro Jaya pada Jumat (19/5). "Hari ini, kami melaporkan Lyra Virna dengan Pasal 27 ayat 3, Juncto pasal 45 ayat 1. Dan atau Pasal 36 Jo pasal 51 ayat 2 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE atau pasal 310 KUHP dan atau pasal 311 KUHP," ujar Krisna Mukti, kuasa hukum Lasty, di Polda Metro Jaya dilansir Suara.
Lyra Virna terancam hukuman 12 tahun kurungan dan denda Rp 12 miliar. Pihak Lasty menyebutkan bahwa unggahan Lyra Virna yang dinilai menjelekkan jasa travelnya itu membuat perusahaannya mengalami kerugian.
"Lyra keterlaluan mencemarkan nama baik saya dan nama baik perusahaan secara luas. Setelah pencemaran ini, perusahaan kami sangat-sangat dirugikan," papar Lasty. "Padahal sudah secara kekeluargaan, tapi Lyra sudah sangat merugikan, seluruh Indonesia jadi tahu."
Lasty menuding Lyra Virna telah memutar-balikkan fakta seolah mengungkap tak jadi diberangkatkan haji oleh pihak travel. Lasty mengatakan bahwa pihak Lyra Virna yang melakukan pembatalan. "Bukan tidak diberangkatkan, jadi seolah-olah dia di sini merasa ditipu, memutar-balikkan fakta," lanjut Lasty.
"Yang dibayarkan Lyra Virna itu nggak cash, dicicil, tapi dia minta diganti full, ini ada motif sendiri," ujar Lasty. "Dia mengcancel Mei 2017, tidak berangkat dia yang mau sendiri bukan dari kami, bagusnya nggak dipotong karena pertemanan, seolah-olah kita menipu tidak memberangkatkan," tandasnya.
(wk/)