Terungkap alasan dibalik kasus persekusi salah satu ormas terhadap remaja yang viral di medsos.
- Tim WowKeren
- Jumat, 02 Juni 2017 - 09:37 WIB
WowKeren - Kasus persekusi tengah menggegerkan publik di media sosial. Baru-baru ini beredar postingan terkait seorang remaja yang diintimidasi oleh sebuah ormas lantaran diduga melakukan penghinaan.
Mengetahui hal tersebut, pihak kepolisian sendiri langsung melakukan investigasi. Baru-baru ini terungkap jika Polres Jakarta Timur telah menangkap dua orang terkait kasus persekusi itu.
"Sudah diamankan. Yang ada di video itu kan ada beberapa, yang diamankan ada dua orang inisial M dan U," ujar Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo dilansir dari Detik. "Yang satu simpatisan FPI. Yang satu pakai pakaian pencak silat, yang pakai baju putih-putih, pakai peci namanya Sayap Pencak Silat."
Andry menjelaskan jika kasus ini terjadi karena adanya fanatisme pada tokoh yang dikagumi. Mereka tidak terima jika tokoh tersebut dihina. Lebih lanjut, Andry menegaskan jika tindakan persekusi melanggar hukum dan bertentangan dengan UU.
"Equality and equity before the law. Semua orang sama di hadapan hukum, tapi penangannya, kan ini anak di bawah umur, diintimidasi oleh puluhan orang, hukumnya lebih dilindungi. Ya kalau mereka merasa dibina, ya silakan melalui mekanisme hukum, tapi kan ini anak kecil, belum punya pemikiran, sehingga tidak boleh melakukan street of justice, hukum di jalanan," jelasnya.
Sementara itu, juru bicara FPI Slamet Maarif mengatakan jika remaja yang dimaksud telah menghina Habib Rizieq. Meski begitu, ia memastikan tidak ada main hakim sendiri dalam perkara ini.
"Itu anak menghina ulama terutama Habib Rizieq lewat postingan dan menantang umat Islam, masyarakat tidak terima cari tuh anak untuk di nasihat dan janji untuk tidak mengulangi, anak FPI hadir untuk memastikan tidak ada main hakim sendiri," pungkasnya.
(wk/)