Apa alasan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebut demokrasi RI tak sesuai lagi dengan Pancasila?
- Tim WowKeren
- Senin, 05 Juni 2017 - 12:23 WIB
WowKeren - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membahas tentang penerapan demokrasi di Indonesia. Namun, dalam pernyataannya ia justru menyebutkan jika demokrasi yang dianut di Indonesia sudah tak sesuai lagi dengan Pancasila.
"Cara berdemokrasinya sesuai dengan Islam, dengan cara kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijakan dalam permusyawaratan perwakilan," ujar Gatot saat memberikan ceramah kebangsaan di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Minggu (4/6). "Jadi musyawarah dan mufakat, bukan voting, ini Pak Hanafi Rais saya ingatkan."
Menurut Gatot, dari pengamatannya demokrasi yang diterapkan parlemen saat ini tak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Bahkan atas ucapannya itu, Gatot mengaku siap jika nantinya dimusuhi oleh banyak orang.
"Kita bicara Pancasila, tetapi demokrasinya tidak sesuai dengan Pancasila. Saya siap juga ditembaki, nggak apa-apa, memang Pancasila seperti itu kok," imbuhnya. "Demokrasi kita tidak sesuai lagi dengan Pancasila, tidak melalui musyawarah dan mufakat lagi."
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Hanafi Rais yang mengetahui ucapan Gatot itu memberikan penjelasan. Menurutnya mereka juga telah menerapkan semangat demokrasi sesuai Pancasila.
"Semangatnya jelas musyawarah mufakat. Sebenarnya kami mengesampingkan voting," jelasnya. "Walaupun fraksi berbeda-beda, kalau ada persoalan politik atau apa kami menginginkan konsensus, tidak langsung voting."
(wk/)