Terpikat ISIS Hingga Hijrah ke Suriah, WNI di Raqqa: Semua Bohong
Dunia

Simak kisah WNI yang memutuskan hijrah ke Suriah karena janji manis ISIS hingga akhirnya dikecewakan.

WowKeren - Jaringan teroris ISIS diketahui kerap menyebarkan pengaruhnya ke sejumlah negara demi merekrut pengikut. Tidak hanya laki-laki, namun juga perempuanpun terbujuk dengan janji manis kelompok militan tersebut.

Salah satunya seperti yang dialami oleh WNI bernama Nur (19). Ia diketahui memutuskan untuk meninggalkan Indonesia sekitar 22 bulan lalu untuk berhijrah ke Suriah.

Namun setelah hampir dua tahun tinggal di Raqqa, basis ISIS di Suriah, Nur akhirnya memutuskan pergi. Ia meninggalkan kota tersebut bersama 15 WNI lainnya.

Nur mengatakan jika ia pergi ke Suriah bersama keluarganya lantaran menduga akan mendapatkan pekerjaan dan gaji tetap. Namun, sesampainya di sana, ayah dan saudara lelakinya justru dipaksa menjadi milisi ISIS.

"Semua bohong, ketika kami memasuki wilayah ISIS, masuk ke negara mereka, yang kami lihat sangat berbeda dengan apa yang mereka katakan di internet," ujarnya dilansir dari BBC. "Ayah dan saudara laki-laki saya dimasukkan ke penjara."


Tidak hanya itu, banyak milisi yang menginginkannya untuk menjadi istri. Saudara lelakinya bahkan kerap mendapat pertanyaan apakah ia memiliki saudara perempuan untuk dijadikan istri.

"Banyak milisi ISIS yang duda, mereka menikah hanya dua bulan atau dua pekan saja. Banyak laki-laki datang ke rumah dan mengatakan ke ayah saya, saya ingin anakmu," jelasnya. "Yang mereka bicarakan hanya soal perempuan."

Perasaan yang sama juga dialami oleh Leefa (38). Ia berangkat ke Suriah lantaran ingin hidup sebagai muslim yang sebenarnya dan untuk berobat. Namun sesampainya disana kenyataan yang harus dihadapi tidak sesuai harapan. Rencana Leefa untuk berobatpun gagal.

"Saya punya masalah kesehatan. Saya perlu operasi di bagian leher dan biayanya sangat mahal di Indonesia. Tapi di daerah ISIS semuanya gratis," ujarnya. "Saya datang ke daerah ISIS dengan tujuan menjadi Muslim yang sebenarnya dan juga demi kesehatan."

Sementara itu, Leefa dan Nur sendiri saat ini tinggal di kamp pengungsi di Ain Issa. Setidaknya ada sekitar 16 WNI yang tinggal di penampungan tersebut. Para pendatang tersebut mengaku ingin pulang ke Tanah Air.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!