Berikut 8 orang yang diduga menjadi 'dalang' kasus penyalahgunaan obat PCC di Kendari.
- Tim WowKeren
- Jumat, 15 September 2017 - 20:27 WIB
WowKeren - Korban penyalahgunaan obat PCC (Paracetamol Caffeine Carisoprodol) di Kendari, Sulawesi Tenggara, bertambah. Total korban hingga saat ini tercatat 76 orang, kebanyakan adalah remaja.
Akan tetapi, menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara Asrum Tombili, jumlah korban obat PCC diperkirakan lebih dari 100 orang karena diduga ada beberapa yang tidak melapor. Asrum mengatakan telah mendata korban, baik yang masih dirawat inap maupun rawat jalan.
"Kami data semua, baik itu yang rawat jalan, rawat inap, rujukan, yang datang ke RS terus dipulangkan, maupun yang masuk lewat IGD dan UGD. Itu data kami gabungkan semua," tutur Asrum. dilansir dari Tempo, Jumat (15/9). "Data hingga siang hari ini yakni sebanyak 76 korban penyalahgunaan PCC dan Tramadol."
Asrum menambahkan, pasien terbanyak dirawat di RSJ Kendari, yakni sebanyak 58 orang. Sejumlah korban lainnya dirawat di Rumah Sakit Kota Kendari, Rumah Sakit Dr Ismoyo, Rumah Sakit Aliya, RSUP Bahteramas Kendari, dan beberapa puskesmas.
Meski telah mendapatkan data, Asrum memprediksi jumlah korban lebih dari 76 orang. Dia menduga masih ada warga yang belum melaporkan kasus yang sama ke RS, BNN, ataupun pihak kepolisian karena takut diduga sebagai pengguna atau pengedar.
"Kalau saya sendiri memprediksi ada 100 lebih korbannya, hanya saja ada yang tidak melapor, mungkin karena malu atau takut. Padahal mereka tidak perlu takut karena mereka ini merupakan korban dan harus ditolong," tuturnya dilansir detikNews, Jumat (15/9).
Melihat semakin banyak korban yang berjatuhan, polisi pun langsung bergerak cepat menangkap para pengedar obat-obat ilegal. Sejauh ini, polisi telah berhasil membekuk 8 orang yang diduga menjadi dalang yang menyebabkan puluhan remaja di Kota Kendari menjadi "gila". Mengutip Jawa Pos, Jumat (15/9), mereka ditangkap beserta barang buktinya pada Rabu (14/9) malam.
Menurut Direktur Ditresnarkoba Polda Sultra, Kombes Pol Satria Adhi Permana, sejumlah pelaku itu berasal dari profesi berbeda-beda, mulai pengangguran, ibu rumah tangga hingga apoteker. Saat ini, polisi pun masih mendalami motif masing-masing pelaku.
(wk/)