Ledakan terjadi di stasiun kereta bawah tanah Parsons Green, London, Inggris pada Jumat (15/9) pagi waktu setempat.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 16 September 2017 - 08:06 WIB
WowKeren - Sebuah ledakan terjadi di salah satu stasiun kereta bawah tanah di London, Inggris, Jumat (15/9) pagi waktu setempat. Peristiwa ini menyebabkan kepanikan para penumpang, apalagi ada saksi mata yang mengaku melihat benda mencurigakan dan kilatan cahaya sebelum terjadi ledakan.
"Saya berada di dalam Tube. Kami baru saja berhenti di Parsons Green, saya sedang dalam perjalanan dari Wombledon ke Paddington dan tiba-tiba terjadi kepanikan. Banyak orang berteriak," kata seorang saksi bernama Richard Aylmer-Hall seperti diberitakan The Telegraph. "Ada seorang wanita di peron yang mengaku dirinya melihat sebuah tas, sebuah kilatan cahaya dan suara ledakan, jadi jelas ada sesuatu yang meledak."
Berita soal ledakan inipun langsung terdengar ke seluruh dunia tak terkecuali Presiden Donald Trump di Amerika Serikat. Mendengar ada ledakan bom di London, Trump meyakini hal itu merupakan ulah teroris dan mengecam mereka melalui akun Twitter.
Loser terrorists must be dealt with in a much tougher manner.The internet is their main recruitment tool which we must cut off & use better!
— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) September 15, 2017
Segera setelah Trump berkomentar, Perdana Menteri Inggris, Theresa May memberikan tanggapan. Ia secara tidak langsung menegur Trump dan menyebut tidak ada seorang pun yang berhak memberikan spekulasi soal ledakan di London selama penyelidikan masih berlangsung. "Saya tidak pernah berpikir itu ada gunanya bagi siapapun untuk berspekulasi mengenai investigasi yang sedang berlangsung," demikian kata Theresa May seperti dikutip dari NBC News.
Saat berita ini diturunkan, kabarnya ada setidaknya 20 orang terluka akibat ledakan di stasiun bawah tanah Parsons Green, London itu. Ledakan di London ini bukan pertama kalinya mengingat beberapa waktu lalu sempat terjadi serangan serupa di Manchester.
(wk/)