Tewaskan 47 Orang Hingga Disorot Dunia, Ini Kata Bupati Tangerang Soal Ledakan Pabrik Mercon
Nasional

Diulas media asing, berikut penuturan Bupati Tangerang soal ledakan pabrik mercon yang terjadi pada Kamis (26/10) lalu.

WowKeren - Ledakan pabrik mercon (kembang api) yang terjadi di PT Panca Buana Cahyadi, Kompleks Pergudangan 99, Jalan Salembara Jati, Desa Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Kamis (26/10) pagi menghebohkan publik. Sejumlah media asing turut memberitakan kejadian yang merenggut sedikitnya 47 nyawa ini, diantaranya media asing seperti The Guardian, Reuters, hingga BBC.

Pada laman resmi The Guardian, disebutkan bahwa ledakan terjadi dua kali di lokasi kejadian. Kedua ledakan tersebut terjadi pada sekitar pukul 10.00 WIB dan tiga jam setelahnya. Sedangkan Reuters melaporkan bahwa tragedi ledakan pabrik mercon ini merupakan salah satu bencana industri terburuk di Indonesia. Pasalnya, standar keselamatan di kawasan Asia Tenggara dinilai masih lemah.


Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan pabrik mercon meledak. Namun beredar kabar yang menyebutkan bahwa rokok pekerja menjadi salah satu penyebabnya.

Salah seorang saksi mata mengaku mendengar suara ledakan yang menggelegar disusul kobaran api dan kepulan asap hitam tinggi. Sesaat setelahnya, atap pabrik kemudian ambruk.

Proses pemadaman api baru dilakukan sekitar satu setengah jam setelah ledakan terjadi. Hal itu disebabkan warga tidak berani mendekat ke lokasi kejadian dan petugas pemadaman baru hadir satu setengah jam kemudian.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang turut menyelidiki tragedi ini. Pemkab Tangerang menduga adanya pelanggaran dari pabrik yang mengantongi izin packing mercon. Sebelumnya, pabrik mercon ini ternyata hanya mengantongi izin operasi gudang.

"Awalnya hanya gudang, lalu tahun 2015 mereka minta peningkatan jadi manufaktur. Tahun 2016 izin industrinya keluar dan tahun 2017 ini diperpanjang lagi," ungkap Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, di lokasi kejadian, Kamis (26/10). "Ini kan dia dalam pabrik. Ini kan sudah ada izin keluar, berarti kan sudah sesuai persyaratan. Tapi kemudian kan bagaimana pelaksanaan di lapangan. Ini perlu kita tekankan. Harusnya sesuai dengan SOP."

Kasus ledakan tersebut masih terus dalam penyelidikan kepolisian. Pemilik pabrik sendiri dikabarkan tengah berada di Malaysia.

You can share this post!

Related Posts