Tegur Ojek Pangkalan Malah Dibentak Balik, Sandiaga: Itu Penghinaan Kepala Negara
Nasional

Bagaimana reaksi Sandiaga sebagai Wagub DKI Jakarta saat dimarahi oleh seorang ojek pangkalan?

WowKeren - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bercerita bahwa dirinya sempat dibentak ojek pangkalan saat menuju Monas, Jakarta Pusat, Jumat (3/11) pagi. Sandiaga berangkat ke Monas dengan berlari dari kediamannya di Jalan Pulombangkeng, Jakarta Selatan.

Kejadian itu berlangsung saat Sandiaga melintasi Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sandiaga memang menyempatkan diri berkunjung ke kawasan Tanah Abang untuk melihat kondisi di sekitar pasar.

"Kita ke kawasan Tanah Abang, melihat dengan mata kepala sendiri tumpahnya lebih dari 300 ribu penumpang yang keluar," kata Sandiaga saat ditemui di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (3/11). "Itu sekitar jam 07.00 WIB ya, jadi belum terlalu puncak. Puncaknya jam 08.00."

Sandiaga juga memerhatikan banyak angkutan umum yang melawan arah, termasuk ojek. Saat berlari di trotoar, Sandiaga sempat menegur seorang ojek lantaran ojek itu menggunakan trotoar untuk melawan arah.

"Ojek ada beberapa yang lawan arah. Jadi mungkin diingetin malah membentak saya karena mungkin tidak tahu saya. Mengeluarkan kata-kata inilah artiin sendiri," tutur Sandiaga. "Bukan kurang sopan, tapi itu penghinaan kepala negara. Kalau dihukum enggak tahu hukumannya apa. Tapi, istilahnya lebih galak mereka."

Menurut Sandiaga, ojek yang ditegurnya saat itu adalah ojek pangkalan bukan ojek online. Adanya pelanggaran dan sikap kurang sopan dari ojek pangkalan menjadi bahan evaluasi. Sandiaga menuturkan bahwa ojek pangkalan tersebut harus dirangkul.

"(Ojek bilang) 'Gue ngojek nih', padahal kita lari dengan sopannya di trotoar yang sebetulnya bagus. Jadi itu bukan ojek online. Ojek pangkalan yang melawan arah dan di atas trotoar," lanjut Sandiaga. "Teman-teman ojek pangkalan yang mesti kita rangkul."

Selain perilaku pengendara bermotor yang tak taat berlalu lintas, Sandiaga juga menyebutkan di Tanah Abang masih banyak angkutan umum yang berhenti sembarangan dan maraknya parkir liar. Berbagai pelanggaran lalu lintas itulah yang menyebabkan Tanah Abang menjadi semrawut dan macet, sehingga tak hanya diakibatkan oleh PKL saja.

Loading...

You can share this post!

Related Posts