Setya Novanto Kembali Jadi Tersangka KPK, Pengacara Minta Perlindungan Jokowi
Nasional

Intip jawaban pengacara Setya Novanto soal penetapan kembali Setya Novanto sebagai tersangka berikut ini.

WowKeren - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi kembali menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan E-KTP pada Jumat (13/11). Status tersangka yang kembali disandang pimpinan DPR RI itu pun langsung ditanggapi oleh pengacaranya yakni Fredrich Yunadi.

Dalam pernyataannya pada Minggu (12/11), Fredich mengungkap jika tindakan KPK menetapkan kembali Novanto sebagai tersangka merupakan hal yang inkonstitusional. Ia pun mengungkap siap meminta perlindungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) apabila nantinya KPK menggunakan upaya paksa.

"Pasti kita minta perlindungan pada presiden, termasuk polisi dan juga TNI. Mereka itu (KPK) mau memecah belah Indonesia. Jelas itu ada indikasi memecah belah Indonesia. Mereka melakukan tindakan inkonstitusional," tutur Fredich dilansir Detik.

Tindakan inkonstitusional yang dimaksud Fredich sendiri adalah belum adanya surat persetujuan dari presiden soal menetapkan kembali Novanto sebagai tersangka. Padahal sebelumnya, kliennya sudah memenangkan gugatan pra-peradilan di pengadilan tinggi.

"Mereka melakukan tindakan inkonstitusional. Itu tidak kita inginkan. Apalagi putusan pengadilan tinggi sudah sangat jelas. Mereka tidak terima, dan katanya mau kasasi. Kalau memang mereka malaikat, kenapa kalah terus?" imbuh Fredich.

Fredich pun lantas menyarankan pada Novanto untuk tidak hadir dalam agenda pemeriksaan KPK yang dijadwalkan hari ini, Senin (13/11). "Kita berikan saran tidak hadir, karena KPK tidak punya wewenang untuk memanggil," pungkas Fredich.

Loading...

You can share this post!

Related Posts