WowKeren.com Logo
WowKeren Slogan
WK COMMUNITY
Topik Keren
TAGS

Kapal Fu Yuan 831 Ditangkap, Menteri Susi Duga Ada Pelanggaran Tindak Pidana Perdagangan Orang

05 Dec 2017 10:07:58 WIB
Kapal Fu Yuan 831 tak hanya melakukan penangkapan ikan secara ilegal tetapi juga memiliki pelanggaran lain.

WowKeren.com - Kapal ikan asing (KIA) dengan nama lambung Fu Yuan Yu 831 berhasil ditangkap pemerintah pada 29 November lalu di Kupang, NTT. Sebelumnya, kapal Fu Yuan Yu 831 sudah dalam pengawasan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak April 2017 karena menurut data dan informasi kapal tersebut sering melakukan penangkapan ikan ilegal.

"Informasi dari nelayan Indonesia, KIA Fu Yuan Yu 831 sering terlihat masuk ke wilayah perairan Republik Indonesia sepanjang Oktober sampai November 2017," jelas Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam konferensi pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (4/11). "Berdasarkan data analisis AIS (Automatic Identification System), KIA Fu Yuan Yu 831 terdeteksi 19 kali masuk perairan Indonesia untuk melakukan illegal fishing."

Kapal asal Tiongkok yang dinahkodai Wong Zhi Yi itu ditangkap oleh Kapal Pengawas (KP) Hiu Macan 03 milik KKP pada Rabu (29/11), pukul 21.30 WITA di kawasan perairan Kupang. Usai ditangkap petugas, kapal tersebut dibawa ke Pangkalan Stasiun PSDKP Kupang.

Awalnya, kapal tersebut diketahui dibawah bendera Timor Leste. Namun setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, kapal Fu Yuan 831 ternyata memiliki 5 bendera lain. Dengan kata lain, kapal itu juga telah melanggar aturan internasional karena memiliki lebih dari satu bendera.

"Saat ditangkap kapal berbendera negara Timor Leste. Namun, penyidikan menemukan 5 bendera negara lainnya, yaitu Malaysia, China, Filipina, Indonesia, dan Singapura," kata Susi. "Dalam aturan internasional double flagging atau multiple flag itu tidak dibenarkan menurut aturan."

Barang bukti berupa 35 ton ikan, termasuk lebih kurang 100 ekor Hiu Macan hasil tangkapan kapal Fu Yuan Yu 831 telah diamankan petugas KKP. Rencananya KKP akan segera melelang tangkapan ikan tersebut setelah mendapat keputusan dari Pengadilan setempat. Apabila status kapal Fu Yuan Yu 831 adalah dirampas negara, maka kapal akan ditenggelamkan.

Atas pelanggaran itu, nahkoda akan dikenakan sanksi Pasal 92 Undang-Undang (UU) Perikanan dengan ancaman paling lama delapan tahun penjara dan Pasal 93 ayat (2) UU Perikanan dengan ancaman paling lama enam tahun penjara. Sedangkan para ABK akan menjadi saksi kasus tersebut.

KKP turut mengamankan 21 anak buah kapal (ABK). Para ABK berasal dari negara berbeda, yakni 9 ABK dari Tiongkok, 6 ABK dari Indonesia, 3 ABK dari Vietnam, dan 3 ABK dari Myanmar.

Saat ini para ABK sedang dalam penyidikan petugas KKP. Pasalnya, Susi mengindikasi kapal Fu Yuan Yu 831 juga melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Indikasi itu muncul lantaran diketahui adanya perlakuan tidak adil antara ABK asal Indonesia dengan ABK negara lain. Untuk mendalami dugaan pelanggaran TPPO, petugas KKP akan meminta bantuan dari International Organization of Migration (IOM).

"Dari penyelidikan ada indikasi seperti itu (TPPO). ABK sedang kita wawancara," tutur Susi. "Sepertinya ada perbedaan perlakuan antara ABK WNI dengan ABK yang lain, seperti gaji dan jenis pekerjaan." (wk/kr)

loading...

Berita Nasional terkait :
Heboh Kasus Mutilasi Sadis SPG, Pelaku Punya Gangguan Jiwa?
Gempa 6,9 SR Guncang Tasikmalaya, Getaran Terasa Hingga Jakarta
Serikat Pekerja Senang MK Perbolehkan Nikah Satu Kantor, Pengusaha Kecewa
Ibu Kota Indonesia Bakal Dipindah, Dimana Daerah Calon Penggantinya?

BERITA : Seleb | Korea | Film | TV | Musik | Olahraga | Umum | WK on Twitter | WK on Facebook | Mobile Version
Tentang Kami | Kontak | Job Vacancy | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan    © 2017 Copyright MEDIA INFO. All Rights Reserved.