Aksi bela Palestina yang dihadiri ribuan massa tak hanya melakukan orasi, tetapi juga melahirkan petisi terhadap keputusan Donald Trump.
- Tim WowKeren
- Senin, 18 Desember 2017 - 09:26 WIB
WowKeren - Ribuan massa dan sejumlah tokoh hadir dalam aksi bela Palestina yang digelar di Monas, Jakarta, Minggu (17/12). Dipimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI), aksi massa tersebut diadakan sebagai bentuk protes masyarakat Indonesia terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Massa yang dihadiri dari berbagai ormas Islam itu dimulai setelah menggelar salat Subuh berjamaah di Masjid Istiqlal yang lokasinya tak jauh dari Monas. Menjelang dimulainya acara, massa yang terdiri dari berbagai kalangan itu mengumandangkan shalawat hingga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Beberapa tokoh turut terlihat menghadiri aksi bela Palestina, seperti Anies Baswedan, Fahri Hamzah, Fadli Zon, Aa Gym, Aher, hingga Jimly Asshiddiqie.
Sebagian besar massa mengenakan pakaian dan peci serba putih. Tak hanya itu, sebagai bentuk dukungan, massa turut membawa atribut bernuansa Palestina. Berbagai macam atribut Palestina yang dibawa berupa bendera, syal, hingga poster.
Ketua MUI Ma'ruf Amin membuka aksi bela Palestina tersebut dan berorasi terkait penolakannya terhadap pernyataan Trump soal pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Palestina. Tak hanya itu, Ma'ruf juga menyerukan ajakan untuk memboikot hal yang berikat dengan Amerika Serikat.
"Islam bersatu, bela Palestina. Indonesia bersatu, bela Palestina!" seru Ma'ruf. "Bebaskan Palestina, boikot Amerika. Takbir!"
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga menghadiri aksi tersebut dan ikut berbicara di depan massa. Meski sempat disoraki massa, Lukman terus menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia melalui Presiden Joko Widodo telah melakukan upaya untuk menolak keputusan Trump.
"Pak Jokowi langsung menyampaikan bahwa beliau telah berkomunikasi dengan negara yang tergabung dalam OKI (Organisasi Kerjasama Islam)," kata Lukman. "Bukan riya' atau sombong, Pak Jokowi berbeda dengan beberapa (pemimpin) negara Timur Tengah lain. Pak Jokowi mengatakan, setiap tarikan napas Indonesia selalu (ada dukungan untuk) Palestina."
Kendati demikian, proses diplomasi yang dilakukan tidak mendapat respon berarti dari Trump. Presiden AS itu tetap pada pendiriannya mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Trump bahkan sudah merencanakan kepindahan Kedutaan Besar AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Aksi bela Palestina yang digelar kemudian tidak hanya berorasi menolak keputusan Trump, tetapi juga melahirkan petisi terhadap AS. Petisi tersebut dimunculkan oleh MUI untuk Trump yang akan disampaikan melalui Kedutaan Besar AS di Jakarta.
Petisi untuk Trump itu akan dilayangkan pada Senin (18/12) ini. Adapun petisi itu memuat sepuluh poin. Secara garis besar, isi petisi tersebut berupa penolakan keputusan Trump serta mendesak seluruh negara agar melakukan hal serupa, dukungan terhadap hasil KTT OKI yang digelar Rabu (13/9) lalu, hingga imbauan kepada masyarakat Indonesia untuk memboikot produk AS.
(wk/)