Kampanye 'Celup' Ramai Disorot Netter Hingga Joko Anwar, Ini Tanggapan Jubir UPN
Nasional

Berikut tanggapan UPN Surabaya soal beredarnya kampanye 'CELUP'.

WowKeren - Sebuah kampanye yang dibuat mahasiswa UPN Surabaya belum lama ini membuat heboh dunia maya. Bagaimana tidak, kampanye bernama "CELUP" atau Cekrek, Lapor, Upload itu mengajak orang-orang untuk memotret pasangan yang bertindak asusila di tempat umum.

"PERGOKIN YUK! BIAR KAPOK! Jika kamu menemukan sepasang kekasih berbuat tindak asusila di tempat umum dan merasa terganggu, maka segera laporkan dengan mengikuti gerakan sosial," bunyi spanduk kampanye "CELUP".

Sontak saja, kampanye "CELUP" pun ramai menuai pro kontra netter. "Lulusan universitas yg dibangga-banggain tapi hasilin nya kaya ginian. Ciptain karya tu mbok ya yg luar negeri juga bisa bangga juga," tulis seorang netter.


Selain netter umum, sutradara kondang Joko Anwar pun ikut menuliskan komentar. "Sementara mahasiswa dari negara lain berinovasi di teknologi untuk kemudahan hidup umat manusia, beberapa mahasiswa Indonesia bikin campaign untuk memotret orang pacaran. Di situ saya berpikir we are doomed," tulis Joko Anwar.

Ramainya sorotan kampanye "CELUP" pun membuat pihak UPN Surabaya angkat bicara. Lewat juru bicaranya, UPN Surabaya menegaskan jika kampanye "CELUP" serta spanduknya tersebut hanya merupakan tugas kuliah.

"Mahasiswa diminta desain untuk ditampilkan di depan publik," ujar jubir bernama Nizwan dilansir Kompas. "Kami mohon maaf, spanduk itu bukan gerakan tertentu atau ajakan. Kelompok mahasiswa juga minta maaf kami tidak memiliki maksud tertentu."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait