Intip hasil penyelidikan Serikat Pekerja Nasional pada kecelakaan di lokasi syuting 'Hwayuki' berikut ini.
- Tim WowKeren
- Kamis, 04 Januari 2018 - 14:40 WIB
WowKeren - Penyelidikan kecelakaan di lokasi syuting yang menimpa seorang staf "Hwayuki" ternyata tak hanya dilakukan Kemenaker dan kepolisian namun juga oleh Serikat Pekerja Nasional. Belum lama ini, pihak Serikat Pekerja Nasional akhirnya mengungkap hasil penyeledikan.
Menurut Serikat Pekerja Nasional, staf "Hwayuki" ternyata dipaksa melakukan kerja rodi yang tak sesuai dengan kontrak. Apalagi, staf juga bekerja tanpa peralatan keamanan yang memadai.
"Staf sudah sangat kelelahan karena mereka sering diminta melakukan pekerjaan sampai batas limit di luar kontrak, dengan durasi berjam-jam karena jadwal yang tak mungkin. Kecelakaan yang menimpa staf itu terjadi kaena dia dipaksa mengerjakan sesuatu tanpa cetak biru dan alat keamanan yang tepat," tutur perwakilan Serikat Pekerja.
"Sebelum kecelakaan terjadi, tim alat dengan jumlah kecil sudah bekerja berhari-hari sampai pukul 04:00 pagi dan bahkan pada hari kejadian mereka bekerja dari pagi sampai pukul 01:00. Kecelakaan itu terjadi saat mereka kembali ke asrama tapi berhenti untuk kembali bekerja ekstra," imbuh perwakilan Serikat Pekerja.
Investigasi Serikat Pekerja juga menemukan jika setelah kecelakaan itu, tidak ada tindakan pengamanan untuk lokasi set yang penuh dengan bahaya tersebut. Para produser juga berusaha menghindari tanggung jawab dengan mengatakan bahwa pekerjaan itu bukan permintaan tapi hanya pemberitahuan.
Dengan penemuan ini, Serikat Pekerja menuntut penghentian produksi sampai penyeledikan penuh selesai dilakukan. Mereka juga meminta orang-orang yang bertanggung jawab dihukum serta disediakan peralatan keselamatan yang memadai.
(wk/)