Ketua BEM UI menganggap hadirnya Jokowi ke UI ini sebagai momen yang tepat untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 03 Februari 2018 - 07:52 WIB
WowKeren - Pada Jumat (2/2) kemarin, Presiden Indonesia, Joko Widodo, hadir dalam acara Dies Natalis Universitas Indonesia. Dalam acara tersebut, Presiden dijadwalkan untuk memberikan pidato sambutan. Namun, insiden menarik terjadi ketika beliau telah selesai berpidato.
Seorang laki-laki berbaju batik, tiba-tiba maju dan mengacungkan sebuah benda mirip buku yang berwarna kuning. Setelah diketahui, laki-laki ini ternyata adalah Ketua BEM UI bernama Zaadit Taqwa.
Zaadit mengatakan bahwa ini merupakan momen yang tepat untuk mengajukan kritiknya terhadap pemerintah. Menurutnya, di saat mahasiswa lain harus mengadakan aksi unjuk rasa demi bisa menemui Presiden, mahasiswa UI malah tidak harus melakukannya. Bagi Zaadit, ini adalah kesempatan baik.
"Ini adalah sebuah momentum, ketika mahasiswa lain di sana beraksi berunjuk rasa di depan istana untuk bertemu Pak Jokowi, hari ini Pak Jokowi hadir ke UI," ungkap Zaadit. "BEM UI dan beberapa BEM Fakultas berencana untuk kemudian menyambut dan menyampaikan pesan-pesan kita pada Pak Jokowi."
Saat ditanya alasannya melakukan tindakan berani tersebut, Zaadit mengatakan bahwa ini adalah sebuah peringatan kepada Presiden. Ia menyatakan bahwa mahasiswa tidak akan diam melihat berbagai masalah yang sedang terjadi di negeri ini.
"Ini sebenarnya adalah sebuah peringatan pada Pak Jokowi bahwa mahasiswa tidak akan diam," ujar Zaadit. "Mahasiswa akan mengawal pemerintah agar tetap berada dalam koridor yang benar."
Ada tiga isu utama yang menjadi sorotan BEM UI ini. Pertama, gizi buruk dan wabah penyakit di Asmat, Papua, yang kini sudah menewaskan puluhan orang. Kedua, rencana pemerintah mengangkat penjabat gubernur dari Polri/TNI. Ketiga, BEM UI menyoroti adanya draf peraturan baru organisasi mahasiswa (ormawa) yang dinilai membatasi mahasiswa.
Aksi Zaadit ini tidak berlangsung lama. Setelah meniup peluit dan mengacungkan "kartu kuning" pada Jokowi, ia segera dihampiri oleh Paspamres dan digiring ke belakang.
Usai melakukan aksi berani ini, menurut Zaadit, Pihak rektorat sudah menjanjikan pertemuan antara Jokowi dan BEM UI. Namun, sepertinya, janji tersebut belum dilaksanakan.
(wk/)