Melalui postingan ini, Dylan Sada meminta siapapun korban pelecehan untuk melaporkan kasusnya.
- Tim WowKeren
- Minggu, 18 Maret 2018 - 00:58 WIB
WowKeren - Nama model dan fotografer Indonesia Dylan Sada sempat membuat heboh beberapa waktu lalu karena mengalami penganiayaan oleh kekasihnya. Tidak lama usai pengakuan itu, di akun media sosial pribadinya Dylan mengungkapkan cerita pedih selain pengalaman kekerasan yang pernah dialaminya.
Model cantik ini ternyata pernah menjadi korban pelecehan seksual ayah kandungnya sendiri. Cukup mengagetkan memang. Kisah pilu itu dibagikannya melalui unggahan di Instagram, 16 Maret lalu. Wanita cantik ini mengaku baru sekarang berani bercerita lantaran dirinya malu dan takut.
"Aku punya sebuah pengakuan. Aku telah menyimpan ini sebagai rahasia selama aku bisa mengingatnya. Begitu banyak yang terjadi, sehingga kurasa ini waktu yang tepat untuk mengakuinya. Aku pernah mengalami pelecehan seksual oleh ayah kandungku sendiri ketika masih kecil," tulis Dylan dalam bahasa Inggris. "Sulit dipercaya tapi aku masih bisa mengingatnya, jelas sekali. Aku tahu itu salah dan seterusnya, tapi aku sangat muda. Aku takut dan malu memberitahu siapapun, jadi aku memendamnya."
"Tumbuh dewasa dengan kenangan seperti itu, khususnya pulang ke rumah dengan hal-hal yang disebut sebuah hal tabu, adalah alasan lain mengapa aku meninggalkan negaraku di usia yang muda, untuk melupakan itu dengan harapan aku bisa bangkit," lanjutnya. "Aku tidak menyangkal kejadian itu sangat mempengaruhiku. Aku minum alkohol dan obat-obatan, semuanya agar aku bisa merasakan sesuatu."
"Aku berantakan, hanya mencoba meraih mimpiku dan melupakan rasa sakit hatiku," lanjutnya. "Tidak peduli betapa berantakannya aku atau aku pergi ke tempat terbagus sekalipun, aku sangat benci karena darahnya mengalir dalam tubuhku. Ini mempengaruhi pernikahan pertamaku. Aku kehilangan banyak teman baik selama ini karena aku sangat membenci diriku sendiri sehingga aku tidak bisa menerima cinta dan bantuan."
Terakhir, Dylan meminta kepada siapapun yang mengalami kejadian serupa atau pengalaman pahit lainnya untuk bisa berbagi dengan orang lain dan meminta bantuan demi kesehatan mental. "Aku tidak bisa memendamnya sendiri karena betapa pentingnya masalah (kesehatan mental) ini, kita perlu merasa lebih baik dengan menceritakannya. Jangan pernah malu," pesannya.
(wk/)