Tuduhan sebagai penulis lagu '#2019GantiPresiden' juga membuatnya rugi dalam beberapa hal lainnya yang non-materi.
- Dian
- Selasa, 29 Mei 2018 - 07:16 WIB
WowKeren - Sebagai kelanjutan dari tuduhan bahwa dia adalah penulis lagu berbau politis yang berjudul "#2019GantiPresiden", John Paul Ivan akhirnya telah resmi melaporkan kasus tersebut ke pihak yang berwenang. Dalam laporan itu, gitaris handal ini melaporkan salah satu dari sekian situs yang menyebarkan berita palsu tersebut.
Sebelumnya, John Paul Ivan mengaku memeroleh kabar dari manajemennya bahwa namanya dicatut oleh situs Pribuminews.co.id sebagai penulis lagu "#2019GantiPresiden". Merasa sama sekali tidak membuat lagu tersebut, John Paul Ivan pun tidak tinggal diam. Dia pun langsung membuat laporan ke polisi mengenai tuduhan yang tidak benar tersebut.
Selain membuat laporan ke polisi, John Paul Ivan juga telah memeriksa situs tersebut ke Dewan Pers. Hasil dari pemeriksaan tersebut adalah situs itu hanya salah satu dari portal yang memberitakan berita palsu itu. "Kalau kemarin ke Dewan Pers, menanyakan, kayanya ini bukan media yang disebutnya. Nggak tahu secara terdaftar bagaimana, cuma kayanya belum benar membernya," jelas John Paul Ivan di Apartemen Semanggi, Pejompongan, Jakarta, Senin, 28 Mei. "Ya kalau mengarah ke situ (situs berita hoax), sih kayanya iya," lanjutnya.
Dengan adanya tuduhan sebagai penulis lagu "#2019GantiPresiden", John Paul Ivan mengaku tidak hanya mendapatkan kerugian secara meteril, tapi juga non-materi. Menurut John Paul Ivan, kerugian yang tak terhitung justru terletak pada bagaimana namanya menjadi tercemar setelah kasus ini. John Paul Ivan merasa namanya telah tercemat setelah dicatut dalam berita berbau provokatif itu.
"Kalau dibilang rugi ya saya rugi sekali. Ini ya dampaknya nggak enak," jelas John Paul Ivan. "Banyak perang opini di luar dan mindset orang-orang awam yang membacanya mentah-mentah menganggap itu lagu saya," lanjutnya.
Sementara itu, John Paul Ivan sendiri mengaku tidak ingin ikut campur dalam urusan provokasi politik. Tidak tertarik dengan dunia politik, pria ini lebih memilih untuk menjadi seorang seniman saja. "Menurut saya ngapain, berpolitik ya politik aja. Saya ya berkesenian aja," pungkasnya.
(wk/dian)